Sebuah Kisah “Puasa”

Seseorang yang tampak lusuh dan tidak pernah mengurus diri bertanya: kepada seorang ulama “Bapak, beberapa hari berpuasa ramadhan aku tidak pernah berbuka dan sahur. Apakah puasaku sah?”

Lalu sang ulama dengan fasih dan penuh semangat menjelaskan dalil-dalilnya, sampai sang ulama mengatakan bahwa hal tsb bidah, dan segala yang bidah adalah sesat.

Orang itu sangat bersedih mendengar jawaban sang ulama, wajahnya semakin pucat menahan tangis.

Lalu sang ulama bertanya: “Apakah engkau sudah paham, bahwa hal tersebut bidah? Sekarang aku bertanya, sejak kapan engkau melakukan itu?”

Dengan suara parau orang tersebut menjawab: “Sejak aku tidak bisa mendapati makan dan minum dengan dibeli, sementara aku malu untuk meminta-minta”.

Sang ulama, terdiam, tidak dapat berkata-kata.

* diadaptasi dari sebuah kisah nyata di Somalia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: