Sesungguhnya Puasa Hanya Untuk Allah

Sesungguhnya puasa itu untuk-Ku, dan Akulah yang akan memberi ganjaran atas puasanya itu”. (HR Bukhari),

Berbeda dengan ibadah ritual lain, puasa adalah ibadah ritual yang “tidak terlihat”. Kita tidak bisa melihat apakah seorang berpuasa atau tidak. Berbeda dengan shalat, zakat, haji atau ibadah ritual lainnya. Orang bisa saja tampak seperti orang puasa, tampak pucat dan lemas, tetapi sesungguhnya ia tidak berpuasa.

Ibadah puasa sungguh-sungguh merupakan ibadah “ihsan”. Ibadah yang menghadirkan dan menumbuhkan kesadaran seseorang bahwa seakan-akan ia melihat Allah, atau seminimalnya seakan-akan ia dilihat oleh Allah. Hal ini bukan hanya dibangun pada diri orang dewasa, anak-anak yang melakukan puasa sesungguhnya sudah dilatih memamahi hal tersebut.

Sedari kanak-kanak kita sudah merasakan, walaupun sudah sangat payah berpuasa, sang ibu sudah menyuruh kita berbuka, walaupun teman-teman kita tidak melihat, tetapi kita tidak mau berbuka. Saat berwudlu, bisa saja kita meneguk air untuk menglihangkan dahaga kita, tetapi itu juga tidak dilakukan.

Kenapa tidak berbuka walau tidak ada orang yang melihat?

Karena kita merasa, walau orang lain tidak melihat kita meneguk air, Allah melihat kita. Walau orang lain tidak mengetahui kita membatalkan puasa, Allah mengetahui perbuatan kita.

Puasa adalah ibadah ritual yang sesungguhnya pemenuhannya, baik buruknya, hanya hamba tersebut dan Allah saja yang mengetahui. Karena-Nya Allah berkata “puasa itu untuk-Ku, dan Aku yang akan memberikan balasannya”.

Puasa sungguh-sungguh membangun keikhlasan seorang hamba kepada Allah. Dan keikhlasan adalah kepala dari seluruh amal kita. Tanpa kepala, maka amal kita tidak bermakna sama sekali.

Seharusnya apabila ibrah dari puasa ini tumbuh dalam jiwa kita, maka akan tumbuhlah dari diri tiap diri kita hamba-hamba yang ihsan. Tidak ada lagi kebohongan, nyontek ketika ujian, korupsi dan penyelewengan. Karena hamba yang berpuasa menyadari bahwa ia selalu dilihat oleh Allah. Hamba yang berpuasa selalu menyadari amal-amalnya walaupun tersembunyi, ditempat yang sangat gelap sekalipun, diketahui oleh Allah Swt.

Wallahualam

Imam Suhadi

1 Comment (+add yours?)

  1. Yanti
    Jul 14, 2013 @ 14:18:35

    Makasih atas sharing tulisannya. Bermanfaat sekali untuk menambah ilmu…

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: