Ujian bagi Syeikh Abdul Qadir al-Jailani r.a

Ujian dalam bidang Ilmu

Suatu ketika “Jibril” datang menghadapnya dengan membawa kendaraan Buraq, katanya : “Aku diperintahkan Allah untuk mengantarkan engkau menghadap-Nya, kendaraan telah aku siapkan.” Sejenak terdiamlah Abdul Qadir, dan karena keluasan ilmunya, maka tahulah ia bahwa yang datang Bukanlah malaikat Jibril a.s yang Sebenarnya, akan tetapi Iblis yang dilaknati Allah yang menyihir wujudnya. Abdul Qadir menjawab : “Enyahlah, wahai engkau Iblis yang dilaknati !”. Namun seketika Iblis tetap Iblis, tidak berhasil dengan cara halus, ia menggunakan cara yang paling halus dengan
menaikkan kemampuan yang digodanya, katanya : “Baiklah Abdul Qadir, engkau telah selamat dari rencanaku berkat keluasan ilmumu.”
Namun, bukanlah seorang Abdul Qadir, apabila ia bangga dengan ucapan Iblis yang sedemikian itu, namun sebaliknya ia justru menjawab: “Jangan kau goda aku ! Aku selamat dari godaan ini bukanlah karena keluasan ilmuku, akan tetapi Hanya karena Rahmat Allah lah maka aku lepas
dari perangkapmu.”

Ujian dalam bidang Ekonomi

Ujian yang berkaitan dengan kebutuhan jasmani ini terjadi di saat Abdul Qadir berada di hutan belantara, jauh dari makanan dan minuman. Lama ia menahan haus dan lapar, tiba-tiba turunlah hujan, dan sang Syeikh dapat meredakan dahaganya. Dan tidak terduga memancarlah sinar terang, dan ia berkata :
“Akulah Tuhanmu, sekarang bagimu telah aku halalkan segala yang haram.” Mendengar kata-kata itu segera Abdul Qadir membaca ta’awwudz : “A’udzubillahi minasy-syaithanir-rajiim” (aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk). Karena jelas bahwa perkataan itu jelas bukan dari Tuhan, sebab Allah tak mungkin memberikan prioritas kepada siapapun untuk menghalalkan sesuatu yang telah diharamkan-Nya, termasuk dirinya. Syaitan pun meninggalkan dirinya dengan berkata : “Dengan Ilmu yang telah diRahmati Allah lah, maka engkau bisa selamat dari tipu dayaku.”

Ujian kekhusyuan dalam Beribadah

Pada suatu malam saat Abdul Qadir shalat di Masjid Manshur, merayaplah seekor ular dengan moncong terbuka merayapi sejadahnya. Ketika akan sujud, diangkatnya ular itu dan ia meneruskan sujudnya. Saat ia membaca tahiyat, ular itu merayap ke pangkuan dan melingkari lehernya yang kemudian selesai taslimah. Keesokan harinya ketika ia akan tafakkur, ia berjumpa dengan
seorang laki-laki dengan kedua mata vertikal – yaitu jin – yang berkata kepadanya :
“Akulah ular kemarin yang datang kepadamu, banyak sekali aku menguji para hamba Allah dengan cara semacam kemarin, beberapa di antaranya tenang dari luar namun gelisah di dalam hatinya, sedangkan sebagian lagi tenang dalam hatinya tetapi resah di luarnya. Dan bagimu tidaklah engkau termasuk golongan yang pertama, dan bukan pula termasuk golongan yang kedua.”

Sungguh, hanya Rahmat Allah Ta’ala lah semata yang kita harapkan… agar hati kita bisa Selamat… Ilmu yang sebagaimanapun luasnya kita kuasai, namun bila tidak diRAHMATi Allah Ta’ala, maka tetaplah tidak akan berarti…

” … maka jikalau tiada karunia dan RAHMAT Allah ke atasmu, niscaya kamu termasuk orang-orang yang merugi. ” (QS 2:64)
” … Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami, beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang kami tak sanggup untuk memikulnya. Beri maaflah kami, ampunilah kami, dan RAHMATilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami dari kekafiran. ” (QS 2:286)
” … Dan Ta’atilah Allah dan Rasul-Nya, agar kamu diberi-Nya RAHMAT.” (QS 3:132)
” … Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya (menzalimi) diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi RAHMAT kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang MERUGI. ” (QS 7:23)
” Mudah-mudahan Tuhanmu akan memberikan RAHMAT-Nya kepadamu. Dan apabila kamu kembali kepada kedurhakaanmu (kepada-Nya), niscaya Allah akan kembali mengazabmu, dan menjadikan neraka Jahannam penjara bagi orang-orang yang tidak memiliki Cahaya Iman. ” (QS 17:8)

” … Allah menentukan RAHMAT-Nya kepada siapapun YANG DIKEHENDAKI-Nya… ” (QS 3:74)
” Allah mengazab siapapun YANG DIKEHENDAKI-NYA dan memberikan RAHMAT kepada siapapun YANG DIKEHENDAKI-NYA, dan hanya kepada Dia lah kamu akan kembali. ” (QS 29:21)

dan seterusnya… masih banyak lagi Peringatan-peringatan-Nya tentang perlunya kita manusia akan RAHMAT-Nya…
mudah-mudahan kita termasuk ke dalam golongan hamba YANG DIKEHENDAKI-Nya agar mendapatkan RAHMAT-Nya…

wallaahu a’lam bish shawaab…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: