Ikhtilaf

Bismillah Ar-Rahman Ar-Rahiim

Dituliskan dalam kitab suci,

“Jikalau Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu (Ummatan Wahidah), tetapi (manusia) senantiasa berikhtilaf (mukhtalifin), kecuali orang-orang yang telah dirahmati oleh Rabbmu.” (QS [11]:118-119)

Dan juga ditekankan lg oleh sabda suci Rasulullah saw bahwa,

“Ikhtilaf di dalam Ummat itu Rahmat”

Agar ikhtilaf menjadi rahmat, harus mengikuti apa yg tertulis dalam dalam QS [49:]:13,dimana sudah menjadi sunnatuLlah-Nya bahwa diciptakan pelbagai ‘cabang’ (syu’uban) dan kelompok (qabilah) dalam umat manusia, tak lebih tujuannya agar manusia saling ber-ta’aruf satu sama lain. Bukan untuk semakin berpecah belah dalam sekat-sekat yg makin tajam. Tetapi seperti semboyan negeri ini, ber Bhineka Tunggal Ika🙂

Perilaku ikhtilaf yg berlebihan adalah jika sampai hati pun ikut berikhtilaf krn ikhtilaf itu sendiri, sebagaimana sabda Nabi saw,”Janganlah kalian berikhtilaf sampai hati-hati kalian pun berikhtilaf” (HR Ahmad)..dengan artian proses ikhtilaf itu harus disikapi dengan sikap ridho atas sunnatullah perbedaan yang sudah Allah gelarkan, bersabar atas segala ‘ketegangan’ yang mungkin hadir dalam perbedaan itu sendiri, mensyukuri kekayaan khazanah yang hadir dalam perbedaan itu, dan bersikap tawaddhu’ dalam menghadapai perbedaan itu sendiri

Contoh dari hadist ,”Janganlah kalian berikhtilaf sampai hati-hati kalian pun berikhtilaf” (HR Ahmad) adalah..misal saya dan istri saya itu berbeda dalam banyak hal, tp dengan perbedaan itu hati kita masih tetap satu..insya Allah mudah2an ini salah satu ikhtilaf yg dirahmati, jadi bukan sekedar ‘membiarkan berbeda’, tp menghormati perberbedaan dengan sambil menyatukan hati masing-masing..walau berbeda tp tetap bisa berjalan beriringan.

Diciptakan oleh Allah ikhtilaf di Ummat, agar bisa mewujud tali welas-asih (rahmaniyah) yg mengikat perbedaan-perbedaan itu, itu maksudnya dr kutipan ayat Quran diatas,”…tetapi (manusia) senantiasa berikhtilaf (mukhtalifin), kecuali orang-orang yang telah dirahmati oleh Rabbmu”. Sehingga dr perwujudan tali welas-asih (rahmaniyah) itu nantinya akan benar2 turun Rahmat-Nya (welas asih-Nya) Allah ke ummat tsb. Ini persis sebagaimana yg dijelaskan dalam hadist:

“Orang-orang yang selalu mengasihi akan dikasihi oleh Tuhan Yang Maha Pengasih, lagi Maha Suci, lagi Maha Tinggi. Oleh karena itu, kasihilah oleh kalian mereka yang di bumi, niscaya kalian dikasihi oleh Dzat Yang ada di langit.” [HR. Ahmad]

Wallahu’alam.[]

di kutip dari catatan FB Rezha Rochadi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: