“Qodho dan Qodar”

*) Diriwayatkan dari Abdullah bin Amru bin al-‘Ash ra., dia berkata, “Allaah telah menentukan takdir bagi semua makhluk 50.000 tahun sebelum Allaah menciptakan langit dan bumi.” Kata Rosulullaah Saw., “Sedangkan Arsy Allaah ketika itu di atas benda cair.”

*) Diriwayatkan dari Abul Aswad Ad-Dadu’ali, dia berkata: Imran bin Hushain ra. bertanya kepadaku, “Apakah perilaku dan jerih payah kaum Muslimin sekarang ini karena takdir yang telah ditentukan sejak dulu atas mereka ataukah karena mereka mengetahui ajaran yang dibawa oleh Nabi mereka, lalu mereka mengakui kebenarannya?” Aku menjawab, ‘Itu karena takdir yang telah ditentukan sejak dulu atas mereka.’ Tanya Abul Aswad lagi, “Bukankah yang demikian itu suatu kezhaliman?” Imran berkata, ‘Aku sangat terkejut dengan pertanyaan itu, kemudian aku katakan, ‘Segalanya adalah ciptaan-Nya. Allaah tidak ditanya mengenai apa yang DIa perbuat, tetapi merekalah yang ditanya’.”

Lalu Abul Aswad berkata kepadaku, “Semoga Allaah memberimu rahmat. Sungguh aku tidak bermaksud menanyaimu kecuali hanya untuk menjaga pikiranmu. Pernah ada dua orang laki-laki dari suku Muzainah datang kepada Rosulullaah Saw. lalu keduanya bertanya, ‘Ya Rosulullaah, menurut Anda, apakah perilaku dan jerih payah kaum Muslimin sekarang ini karena sudah suratan takdir yang telah ditetapkan sejak dahulu ataukah karena mereka mengetahui ajaran yang dibawa oleh Nabi mereka, lalu mereka mengakui kebenaran ajaran itu?’

Rosulullaah Saw. menjawab, “Itu adalah karena sudah suratan takdir yang telah ditetapkan sejak dahulu, sesuai dengan firman Allaah Azza wa Jalla (yang artinya)aa: ‘Dan demi jiwa serta penyempurnaannya/penciptaannya, maka Allaah mengilhamkan kepada jiwa itu jalan kkefasikan dan ketaqwaan.” [QS. Asy-Syams: 7 – 8]’.”

*) Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud ra., dia berkata, Ummu Habibah pernah berdo’a, “Ya Allaah, panjangkanlah usiaku bersama suamiku, Rosulullaah Saw., juga bersama ayahku, Abu Sufyan serta saudaraku Mu’awiyah.”

Kemudian Rosulullaah Saw. bersabda kepada Ummu Habibah, “Sesungguhnya kamu memohon kepada Allaah Azza wa Jalla, ajal, kematian dan rizki yag telah ditentukan, yang Allaah tidak akan mengajukan atau mengundurkannya sedikitpun. Kalau kamu memohon kepada Allaah Azza wa Jalla agar Dia menyelamatkanmu dari siksa neraka dan siksa kubur, maka itu lebih baik bagimu.”

Kata Abdullah bin Mas’ud ra., Ada seorang laki-laki bertanya, ‘Apakah kera dan babi itu berasal dari manusia yang berubah rupa?’ Nabi Muhammad Saw. menjawab, “Sesungguhnya Allaah Azza wa Jalla tidaklah mencelakai (atau: menyiksa) suatu kaum, kemudian Allaah menjadikan keturunan bagi mereka dan sesungguhnya kera serta babi sudah ada sebelumnya.”

*) Diriwayatkan dari Abu Huroiroh ra., dari Nabi Saw., beliau bersabda: “Manusia tealh ditentukan nasib perzinaannya yang tidak mustahil dia akan menjalaninya. Dua mata zinanya adalah melihat; lisan zinanya berbicara; tangan zinanya adalah menyentuh; kaki zinanya adalah melangkah, dan; hati zinanya berkeinginan. Sedangkan semua itu akan ditindaklanjuti atau ditolak oleh kemaluan.” [juga diriwayatkan oleh al-Bukhori]

Prihastri Septianingsih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: