Membuka Hati

Allaah berfirman melalui Kanjeng Nabi Saw.:

“Tidak termuat Aku dalam petala langit dan bumi, tapi termuat Aku di dalam hati orang yang sungguh-sungguh beriman”

Nabi Saw.:

“Hati orang yang beriman adalah cagar tempat perlindungan Tuhan, dan tak ada yang lain yang diizinkan masuk ke sana kecuali Tuhan.”

Imam Al-Ghozali:

“Sahabat,
Hatimu adalah cermin yang halus. Engkau harus menggosoknya hingga bersih dari debu yang telah menggumpal di atasnya, sebab cermin itu dititahkan untuk memantulkan cahaya rahasia ketuhanan.”

Nabi Saw.:
“Ada sebuah semir bagi segala sesuatu yang makin berkarat,
dan semir bagi hati adalah dzikir dan do’a pada Tuhan.”
“Mengingat Tuhan adalah obat bagi hati.”

Maulana Rumi:
“Oh hati, duduklah bersama orang
yang mengetahui hati;
Pergilah di bawah pohon
yang mempunyai buah-buahan segar.”

Imam Al-Ghazali:

‘Umar bertanya kepada Nabi tentang segala sesuatu yang secara khusus harus dicari di dunia ini. Nabi menjawab, “Sebuah lidah yang dipenuhi dengan dzikir pada Allaah, hati yang bersyukur, dan istri yang bisa dipercaya.”

Asy-Syaikh Abdul Qodir Al-Jilani:

“Kebenaran telah ditanam dalam puasa hatimu, dipercaya oleh Tuhan kepadamu untuk diamankan. Ia menjadi manifes dengan penyesalan yang benar dan dengan usaha yang juga benar. Keindahannya memancar pada permukaan ketika engkau ingat Tuhan dan mengerjakan dzikir. Pada tahap pertama engkau menyebut nama Tuhan dengan lidahmu, kemudian, ketika hatimu menjadi hidup, engkau mengucapkannya dalam hati.”

Malana Rumi:

“Ada sebuah kota di mana engkau menemukan segala sesuatu yang engkau inginkan – orang yang tampan, kesenangan, dan hiasan setiap segala sesuatu – semuanya adalah apa yang dibutuhkan oleh orang secara alami. Akan tetapi, engkau tidak bisa menemukan seorang yang ‘arif tinggal di sana. Akankah ada yang sebaliknya!
Kota tersebut adalah manusia. Jika terdapat seratus ribu penyempurnaan di sana, tetapi bukan pada unsur yang esensial, yakni hati yang mencintai, maka akan lebih baik bagi kota tersebut untuk dihancurkan menjadi puing-puing.”

Asy-Syaikh Abdul Qodir Jailani:

Tuhan berkata melalui Nabi Saw.: “Manusia adalah rahasia-Ku dan Aku adalah rahasianya. Pengetahuan yang dalam tentang esensi spiritual adalah sebuah rahasia dari rahasia-Ku. Aku hanya meletakkannya dalam hati hamba-Ku yang baik dan tak satu pun orang mengetahui keadaannya lebih daripada Aku.”

At-Tirmidzi:

“Hati adalah Raja dan anggota badan adalah pelayannya. Masing-masing anggota badan berfungsi menurut kehendak dan komando dari hati, dan kehendak hati datang dari Tuhan.

Hanya Tuhan yang mengatasi hati, dan tak seorang pun dapat melihat apa yang dikandung hati. Tuhan sendiri menempatkan dalam hati atau memindah dari hati, apa pun saja yang Dia kehendaki. Hati adalah tempat kesatuan Tuhan dan objek pengamatan Tuhan.”

At-Tirmidzi:

“Tuhan menjaga hati, sebab hati merupakan wadah permata-Nya, dan bunga rampai tempat tersimpan pengetahuan yang sejati mengenai Tuhan.”

walloohu a’lam
(sumber: “Nyanyi Sunyi Seorang Sufi)

Prihastri Septianingsih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: