Makna Segelas Air (1)

Suatu ketika, Harun Al-Rasyid duduk gelisah, entah apa sebabnya. Lalu dia memerintahkan seorang pembantunya untuk mengundang Abu As-Sammak, seorang ulama terhormat pada masanya.

“Nasihatilah aku, wahai Abu Sammak,” kata Al-Rasyid.

Pada saat itu seorang pelayan datang membawa segelas air untuk Al-Rasyid, dan ketika dia bersiap untuk meminumnya, Abu As-Sammak berkata: ‘Tunggu sebentar wahai Amirul Mukminin. Demi Tuhan, aku mengharap agar pertanyaanku dijawab dengan jujur. Seandainya Anda haus, tapi segelas air ini tak dapat Anda minum, berapa harga yang bersedia Ada bayar demi melepaskan dahaga?’

“Setengah dari yang kumiliki,” ujar Al-Rasyid, dan kemudian ia pun meminumnya.

Beberapa saat kemudian Abu As-Sammak bertanya lagi, ‘Seandainya apa yang Anda minum tadi tidak dapat keluar, sehingga mengganggu kesehatan Anda, berapa Anda bersedia membayar untuk kesembuhan Anda?’

“Setengah dari yang kumiliki,” jawab Al-Rasyid tegas.

‘Ketahuilah bahwa seluruh kekayaan dan kekuasaan yang nilainya hanya segelas air tidak wajar diperebutkan atau dipertahankan tanpa haq,’ kata Abu-As-Sammak.

Khalifah yang kekuasaannya meliputi beberapa negara yang amat luas, dan kekayaannya tidak ternilai itu mengangguk membenarkan.

Hesti Anshor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: