Isa Al- Masih & As-Saa’ah

(I)

Terdapat berbagai istilah Al-Quran yang merujuk kepada hari-hari yang ‘biasanya’ diterjemahkan sebagai “kiamat” dalam bahasa Indonesia. Diantara istilah-istilah dalam al-Quran itu antara lain:

• al-qiyaamah: kiamat, kebangkitan, the resurrection
• al-qaari’ah: keguncangan, bencana, the calamity
• as-saa’ah: waktu, masa, the time
• al-haaqqah: kebenaran, the reality
• al-waaqi’ah: kejadian, the incident
• yaum ad-diin: hari agama, day of religion atau day of judgment
• yaum al-fashl: hari keputusan, day of separation
(II)
Mengenai perbedaan antara as-saa’ah dengan al-qiyaamah, Al-Quran jelas membedakannya. Misalkan pada surah Maryam dan Ar-Ruum, disitu disebutkan:

• Al-qiyaamah: “Dan tiap-tiap mereka akan datang kepada Allah pada al-qiyaamah dengan sendiri-sendiri.” (QS. Maryam [19]: 95)
• As-Saa’ah: “Dan pada hari terjadinya as-saa’ah, di hari itu mereka (manusia) bergolong-golongan.” (QS. Ar-Ruum [30]: 14)

(III)
Penjelasan paling menarik tentang as-saa’ah terdapat dalam surah al-Kahfi (ayat 32-44), yang berisi perumpamaan dua orang yang memiliki kebun (jannah); dimana dalam ayat 35-36 disebutkan:

Dan dia memasuki kebunnya (jannah) sedang dia zalim terhadap dirinya sendiri; ia berkata: “Aku kira kebun ini tidak akan binasa selama-lamanya, dan aku tidak mengira as-saa’ah itu akan datang, dan jika sekiranya aku kembalikan kepada Tuhanku, pasti aku akan mendapat tempat kembali yang lebih baik dari pada kebun-kebun itu”. (QS. Al-Kahfi [18]: 35-36)

(IV)

Apakah manusia mengetahui tentang as-saa’ah?
Manusia bertanya kepadamu tentang as-saa’ah. Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentangnya hanya ada di sisi Allah”. Dan tahukah kamu (hai Muhammad), boleh jadi as-saa’ah itu sudah dekat waktunya. (QS. Al-Ahzab [33]:63)
Secara umum dalam berbagai ayat al-Quran disebutkan bahwa pengetahuan tentang as-saa’ah tersebut hanya ada di sisi Allah, sebagaimana salah-satunya tertera dalam surah Al-Ahzab diatas. Tetapi dalam surah az-Zukhruf dikatakan bahwa Isa Al-Masih memiliki pengetahuan tentangnya.

إِنْ هُوَ إِلَّا عَبْدٌ أَنْعَمْنَا عَلَيْهِ وَجَعَلْنَاهُ مَثَلًا لِّبَنِي إِسْرَائِيلَ
– وَلَوْ نَشَاءُ لَجَعَلْنَا مِنكُم مَّلَائِكَةً فِي الْأَرْضِ يَخْلُفُونَ
وَإِنَّهُ لَعِلْمٌ لِّلسَّاعَةِ فَلَا تَمْتَرُنَّ بِهَا وَاتَّبِعُونِ ۚ هَٰذَا صِرَاطٌ مُّسْتَقِيمٌ –

Isa tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan kepadanya nikmat (kenabian) dan Kami jadikan dia sebagai tanda bukti (kekuasaan Allah) untuk Bani lsrail. Dan kalau Kami kehendaki benar-benar Kami jadikan sebagai gantimu di muka bumi malaikat-malaikat yang turun temurun. Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memiliki pengetahuan tentang hari as-saa’ah. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang as-saa’ah itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus. (QS. Az-Zukhruf [43] : 59-61)

Dalam terjemahan bahasa Inggris Yusuf Ali, ayat 61 diatas diterjemahkan sebagai:

And (Jesus) shall be a Sign (for the coming of) the Hour (of Judgment): therefore have no doubt about the (Hour), but follow ye Me: this is a Straight Way.

(V)
Kapan persisnya as-saa’ah terjadi? Barangkali jawabannya ada pada surah Maryam: 33-34

Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali”. Itulah Isa putera Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya. (QS. Maryam [19]: 33-34

***

Zaenal Muttaqin
Bandung, 24 Desember 2010

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: