TAQWA Seri ke-1 Beriman Kepada Yang Ghaib sebagai Ciri Ketaqwaan

Sadarkah kita bahwa ada ciptaan/makhluk ghaib dalam diri kita?
Tapi kita bukan orang yang sedang kesurupan lho…:)

“Kitab (Al Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib…” (QS.Al-Baqarah[2]:2-3)

Yang ghaib antara lain: Allah -Yang Maha Ghaib-, Malaikat, Ruh, An-Nafs/jiwa (bukan nafsu), Jin, dsb. Jadi, yang ghaib terbagi dua jika dilihat status keberadaannya, yaitu sebagai Pencipta, yaitu Allah SWT dan ciptaan: malaikat, ruh, an-nafs/jiwa, jin, setan, dsb.
Mengimani yang ghaib merupakan salah satu ciri dari hamba yang bertakwa kepada Allah SWT. Dengan keimanan ini, tentu kita bukan sekedar menganggap ciptaan ghaib itu maujud/ada, namun diharapkan juga kita senantiasa meningkatkan kualitas pengenalan kita terhadapnya agar bisa kita gunakan sebagai sarana peningkatan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah sebagai Pencipta sekaligus Pengaturnya.

Apakah kalau kita berinteraksi dengan ciptaan ghaib tidak akan terjerumus kepada kemusyrikan?
Sebetulnya, terjerumus atau tidaknya kita ke dalam kemusyrikan bukan ditentukan oleh ciptaan ghaib atau bukan obyek yang kita kontak, melainkan tergantung dari niat kita serta dengan cara bagaimana kita melakukan interaksi terhadap ciptaan tersebut.Jika niat dan cara kita melanggar aqidah ketauhidan, maka kita terjerumus kepada kemusyrikan, namun seandainya kita mampu menjaga keikhlasan niat serta cara berinteraksi, maka Insya Allah kita tetap berada pada jalur kebenaran.

Allah Al-Ghaib, di sisi-Nya Kunci Segala yang Ghaib
Tentang Diri-Nya, Allah berfirman, di antaranya:
“Allah lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy [1189]. Tidak ada bagi kamu selain dari padaNya seorang penolongpun dan tidak (pula) seorang pemberi syafa’at [1190]. Maka apakah kamu tidak memperhatikan? Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepadaNya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu. Yang demikian itu ialah Tuhan Yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.” (QS.As-Sajdah[32]:4-6)

“Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dia-lah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Hasyr[59]:22)

“Sesungguhnya Allah mengetahui yang tersembunyi di langit dan di bumi. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati.” (QS. Faathir[35]:38)

“Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ghaib di langit dan bumi. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hujuraat[49]:18)

“Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz).” (QS.Al-An’am[6]:59)

Ayat-ayat Tentang Ruh
Tentang ruh, Allah memfirmankan di antaranya:
“Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh (ciptaan)Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya.” (QS. Shaad[38]:72)

“Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: “Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit”.(QS. Al-Isro'[17]:85)

Ayat-ayat Tentang An-Nafs/Jiwa
Di antaranya:
“Hai jiwa yang tenang(nafs al-muthmainnah).Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridai-Nya.Maka masuklah ke dalam jemaah hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku.” (QS. Al-Fajr[89]:27-30)

“Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafs itu selalu menyuruh kepada kejahatan (an-nafs la amaroti bi suk) , kecuali (nafs) yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Yusuf[12]:53)

“dan aku bersumpah dengan jiwa yang amat menyesali (dirinya sendiri/an-nafs lawwamah).” (QS. Al-Qiyaamah[75]:2)

Ayat-ayat tentang Malaikat
Di antaranya:
“Demi malaikat-malaikat yang diutus untuk membawa kebaikan, dan (malaikat-malaikat) yang terbang dengan kencangnya, dan (malaikat-malaikat) yang menyebarkan (rahmat Tuhannya) dengan seluas-luasnya, dan (malaikat-malaikat) yang membedakan (antara yang hak dan yang batil) dengan sejelas-jelasnya, dan (malaikat-malaikat) yang menyampaikan wahyu,” (QS. Al-Mursalaat[77]:1-5)

“Hampir saja langit itu pecah dari sebelah atasnya (karena kebesaran Tuhan) dan malaikat-malaikat bertasbih serta memuji Tuhannya dan memohonkan ampun bagi orang-orang yang ada di bumi. Ingatlah, bahwa sesungguhnya Allah Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Asy-Syura[42]:5)

Rasulullah SAW. bersabda:
“Jika seorang mukmin selesai membaca Al-Fatihah, maka malaikat mengamini doanya.” (HR Bukhari, Muslim, dan Malik ra)

Dari Ali r.a., katanya: “Saya mendengar Rasulullah SAW. bersabda: “Tiada seorang Muslimpun yang menjenguk saudaranya Muslim -yang sakit- di waktu pagi, melainkan ada tujuh puluh ribu malaikat yang mendoakan padanya supaya memperoleh kerahmatan Tuhan sampai orang itu berada di waktu petang dan jikalau ia menjenguknya itu di waktu petang, maka ada tujuh puluh ribu malaikat yang mendoakan padanya supaya ia memperoleh kerahmatan Tuhan sampai orang itu berada di waktu pagi. Juga orang tersebut akan memperoleh tempat buah-buahan yang sudah waktunya dituai di dalam syurga.” (HRImam Tirmidzi).

Ayat-ayat tentang Jin
Di antaranya:
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzaariyat[51]:56

“dan Dia menciptakan jin dari nyala api.” (QS. Ar-Rahman[55]:15)

“Katakanlah (hai Muhammad): “Telah diwahyukan kepadaku bahwasanya: sekumpulan jin telah mendengarkan (Al-Qur’an), lalu mereka berkata: “Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al Qur’an yang menakjubkan..” (QS. Al-Jin[72]:1)

“Dan sesungguhnya di antara kami (jin) ada orang-orang yang saleh dan di antara kami ada (pula) yang tidak demikian halnya. Adalah kami menempuh jalan yang berbeda-beda. Dan sesungguhnya kami mengetahui, bahwa kami sekali-kali tidak akan dapat melepaskan diri (dari kekuasaan) Allah di muka bumi dan sekali-kali tidak (pula) dapat melepaskan diri (daripada) Nya dengan lari.” (QS.Al-Jin[72]:11-12)

“Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.” (QS. Al-Jin[72]:6)

“dan sesungguhnya kami telah mencoba mengetahui (rahasia) langit, maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api, dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan (berita-beritanya). Tetapi sekarang barang siapa yang (mencoba) mendengar-dengarkan (seperti itu) tentu akan menjumpai panah api yang mengintai (untuk membakarnya).” (QS. Al-Jin[72]:8-9)

Ayat-ayat tentang Iblis dan Setan
“Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada para malaikat: “Bersujudlah kamu kepada Adam”; maka mereka pun bersujud kecuali iblis. Dia tidak termasuk mereka yang bersujud. Allah berfirman: “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?” Iblis menjawab: “Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah”. Allah berfirman: “Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka ke luarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina”. Iblis menjawab: “Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan”. Allah berfirman: “Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh.” Iblis menjawab: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat). Allah berfirman: “Keluarlah kamu dari surga itu sebagai orang terhina lagi terusir. Sesungguhnya barang siapa di antara mereka mengikuti kamu, benar-benar Aku akan mengisi neraka Jahanam dengan kamu semuanya.” (QS. Al-A’raaf[7]:11-18)

“Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang rasul pun dan tidak (pula) seorang nabi, melainkan apabila ia

mempunyai sesuatu keinginan, setan pun memasukkan godaan-godaan terhadap keinginan itu, Allah menghilangkan apa yang dimasukkan oleh setan itu, dan Allah menguatkan ayat-ayat-Nya. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana, agar Dia menjadikan apa yang dimasukkan oleh setan itu, sebagai cobaan bagi orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan yang kasar hatinya. Dan sesungguhnya orang-orang yang lalim itu, benar-benar dalam permusuhan yang sangat.” (QS. Al-Hajj[22]:52-53)

Nah sahabat, dengan mengenal kebaikan para ciptaan ghaib tersebut, kita dapat memanfaatkannya untuk meningkatkan kebaikan kita. Demikian juga jika kita mengenal keburukan serta kejahatan mereka, hal itu juga membuat kiita mampu berwaspada serta berlindung kepada Allah SWT dari keburukan dan kejahatan mereka.

Apakah kita akan meningkatkan keimanan kepada yang ghaib sebagai tanda perjuang meningkatkan ketakwaan kita. Semuanya tentu berpulang kepada kita sendiri, bukan?

Wallahu a’lam bi shawwab.

Wawan TBH

(bersambung ke Seri Takwa berikutnya…)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: