Bertasbihlah dengan Bersyukur Kepada Allah dan Bersabarlah – Maulana Jalaluuddiin Rumi

Kau adalah Yusuf dari waktu dan matahari dari langit!
Keluarlah dari selokan dan penjara, dan tunjukkan wajahmu!
Yunusmu akan menderita jika berada di dalam perut paus:
Tiada jalan untuk membebaskannya selain bertasbih dengan bersyukur kepada Allah.
Jika Yunus tidak bertasbih kepada-Nya,
maka perut ikan akan terus memenjarakannya hingga Hari Pembalasan.
Dengan Mengagungkan Allah, terus-menerus dan penuh harap, maka ia akan dibebaskan.
Apakah yang dimaksud dengan Mengagungkan Allah? Yaitu mengenali tanda Hari Alastu.
Jika engkau telah lupa bagaimana perjanjian tasbihmu pada waktu itu,
maka dengarkanlah tasbih para wali dan nabi;
Dengarkanlah tasbih Ikan dari Laut Illaahiyyah.
Dia yang telah melihat Allah, maka itulah iman sebenarnya.
Dia yang melihat Laut Illaahiyyah adalah seekor Ikan.
Dunia ini merupakan bagian dari lautan, sedang tubuh ini adalah salah satu jenis ikannya;
Dan jiwa Yunus telah terperangkap dari melihat cahaya Pagi.

Jika engkau Mengagungkan Allah, maka engkau akan dibebaskan dari ikan:
Namun jika tidak, maka engkau akan dimakan, lalu hilang lenyap bagaikan asap.
Kebenaran Spiritual begitu melimpah ruah di dalam lautan dunia;
Kau tak akan bisa melihat mereka bahkan jika mereka berenang mendatangimu.
Karena itu, ketika getaran air dari gerakan ikan mendekatimu,
maka bukalah lebar-lebar matamu dan lihat mereka;
Bahkan jika kau tak berhasil melihat mereka dengan jelas,
setidaknya kau telah mendengar tasbih mereka kepada Allah.

Latihan sabar merupakan inti dari segala tasbih.
Bersabarlah, karena itu merupakan tasbih tertinggi (Alhamdulillaah) kepada Allah.
Tiada pengagungan yang lebih tinggi selain sabar;
Bersabarlah; sabar merupakan kunci untuk menghibur hati.
Kesabaran bagai Jembatan bagi jiwa-jiwa setelah raganya mati,
harus disebrangi untuk menuju Cahaya Langit.
Untuk setiap lelaki tampan ada seorang guru yang jelek;
Jika engkau tidak menghiraukan ajarannya, maka engkau tak akan memiliki laki-laki itu:
Laki-laki tampan dan gurunya yang jelek, harus berjalan beriringan.

Odes, Teachings of Rumi, terjemahan Inggris oleh Andrew Harvey.

1 Comment (+add yours?)

  1. shilatut
    Aug 02, 2011 @ 17:45:42

    seindahituksh tasbih yang ku pahami bagaikan ikan di lautan

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: