Bulan Sya’ban

Abu Hurairah RA, ia berkata, “Telah bersabda Rasulullah SAW, ‘Jibril pernah datang kepadaku pada malam Nishfu dari bulan Sya… Lihat Selengkapnya’ban seraya berkata, ‘Wahai Muhammad, inilah malam yang dibukakan padanya pintu-pintu langit dan pintu-pintu rahmat. Maka bangunlah engkau, sholatlah dan angkatlah kepalamu serta kedua tanganmu ke langit.’

Lalu aku bertanya, “Wahai Jibril, malam apakah ini?”

Ia menjawab, ‘Inilah malam yang dibukakan padanya tiga ratus pintu rahmat. Maka Allah mengaruniakan ampunan bagi segenap mereka yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu, kecuali orang yang menjadi tukang sihir, tukang tenung, orang yang bermarah-marahan, orang yang mengekalkan minum arak, orang yang mengekalkan zina, orang yang makan riba, orang yang durhaka kepada ibu bapaknya, tukang mengadu domba, dan orang yang memutuskan tali kekeluargaan. Maka sesungguhnya mereka itu tidak diampuni hingga mereka bertaubat dan meninggalkan perbuatan tersebut.’

Kemudian Nabi pun keluar, lalu sholat dan menangis dalam sujudnya dan mengatakan, ‘Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksa-Mu dan kemurkaan-Mu. Dan tidaklah aku dapat menghinggakan pujian atas-Mu. Engkau adalah sebagaimana Engkau memuji diri-Mu sendiri. Maka bagi-Mu-lah pujian hingga Engkau ridha.”

Dalam riwayat Imam Ali bin Abi Thalib, ia mengatakan,

“Aku melihat Rasulullah SAW pada malam Nishfu Sya… Lihat Selengkapnya’ban berdiri melakukan shalat empat belas rakaat, kemudian beliau duduk setelah selesai, lalu membaca Ummul Qur’an (al-Fatihah), al-Ikhlas, al Mu’awwidzatain (al Falaq dan an Nas) masing-masing empat belas kali, dan membaca ayat Kursi satu kali, kemudian dia membaca, “Laqad’ jaa-akum rasulum-min anfusikum azizun ‘alayhi ma anittum harisun ‘alaikum bil-mu’minina raufur rahim.” (QS at-Taubah, 128).

Ketika beliau selesai membaca itu, aku bertanya tentang apa yang beliau lakukan. Beliau menjawab, ‘Barangsiapa melakukan seperti yang engkau lihat itu, ia mendapatkan pahala seperti dua puluh kali haji mabrur dan puasa dua puluh hari yang diterima. Jika pagi harinya berpuasa, ia mendapatkan ganjaran seperti puasa enam puluh tahun yang akan datang.”
“Tatkala datang malam ketiga belas bulan Sya`ban, pernah datang kepadaku Malaikat Jibril seraya berkata, ‘Wahai Muhammad, bangun¬lah engkau, karena sesungguhnya telah datang waktu ber-Tahajjud, supaya engkau dapat bermo¬hon akan maksudmu tentang umatmu’.” Maka Nabi pun melakukan itu.

Lalu datang pula Malaikat Jibril ketika fajar subuh bersinar, seraya berkata, “Wahai Muham¬mad, sesungguhnya Allah Ta’ala telah memberi¬kan kepadamu sepertiga dari umatmu…. Lihat Selengkapnya

Maka menangislah Nabi SAW sambil me¬ngatakan, ‘Wahai Jibril, beritakanlah kepadaku tentang umatku yang dua pertiga lagi.’

Jibril rnenjawab, `Aku tidak tahu.’

Lalu datang lagi Jibril pada malam yang kedua (yaitu malam yang keempat belas Sya`ban) seraya berkata, “Wahai Muhammad, bangunlah engkau dan ber-Tahajjud-lah.’ Maka Nabi SAW pun melakukan itu.

Lalu datang lagi Malaikat Jibril pada waktu fajar, seraya berkata, ‘Wahai Muhammad, sesung¬guhnya Allah telah memberikan kepadamu akan dua pertiga umatmu.’

Maka Nabi pun menangis seraya berkata, `wahai Jibril, beritakanlah kepadaku tentang umat¬ku yang tinggal.’
Jibril menyahut, “Aku tidak tahu.”

Kemudian datang lagi Jibril pada malam Bara’ah (malam kelepasan, pembebasan dari belenggu kesulitan, yaitu malam kelima belas Sya’ban), seraya berkata, `Kabar gembira untukmu, wahai Muhammad. Sesungguhnya Allah telah memberikan untukmu seluruh umatmu yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu’.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: