Sesuatu Yang Utama

Bismillaahir Rohmaanir Rohiim

Allohummasholli’alaa Muhammadinil Musthhofaa

*) Dalam kisah nabi Adam as.

Tatkala Adam diturunkan ke dunia, Beliau didatangi oleh Malaikat Jibril yang membawa aql, keperwiraan dan agama. Lalu Jibril berkata kepada beliau, “Tuhanmu menyuruhmu agar memilih satu diantara ketiganya sesuka hatimu.”

Maka Beliau memilih aql. Kemudian Malaikat Jibril berkata kepada keperwiraan dan agama, “Naiklah!”
Keduanya menjawab, “Kami diperintahkan Allaah agar tidak berpisah dengan aql.”

Ada seseorang bertanya kepada Ulama, ‘Apakah sesuatu yang paling utama yang diberikan kepada seseorang?’
“Aql, Akal yang sempurna,” jawab Ulama.
‘Kalau tidak memiliki akal yang sempurna , apa ada yang lain?’
“Adab yang baik.”
‘Kemudian apa?’
“Sedikit bicara”
‘Kemudian?’
“Sahabat yang baik yang dapat diajak bermusyawarah.”
‘Kemudian?’
“Bersegeralah menjemput maut.”

Karena itulah dikatakan manusia itu ada tiga macam: ‘Rojulun’ (lelaki tulen), yaitu orang yang beraql; ‘Nishfu Rojulun’ (setengah lelaki), yaitu orang yang tidak berakal namun mempunyai sahabat yang dapat diajak bertukar fikiran; dan ‘Rojulun laa sya’i (lelaki yang tak berguna), yaitu orang yang tidak berakal dan tidak mempunyai sahabat yang dapat diajak bertukaran fikiran.

Dalam kaitan dengan apa yang disebutkan di atas, ada satu kisah aneh, begini kisahnya:
“Ada seorang raja telah memanggil seorang tukang bekam untuk mengeluarkan darahnya. Di tengah jalan, tukang bekam itu berjumpa dengan saudara sepupu raja. Lalu orang itu berkata, ‘Bekamlah di tempat yang dapat mendatangkan kematiannya, nanti engkau akan aku beri uang seribu dinar!’

Setelah sampai dihadapan raja, tukang bekam itu berfikir dengan perantaraan aqlnya tentang akibat yang mungkin timbul apabila ia melaksanakan permintaan saudara sepupu raja tadi. Ketika raja melihatnya dalam keadaaan demikian, maka baginda bertanya, apa sebabnya ia bengong begitu. Tukang bekam itu lalu menceritakan pertemuannya dengan saudara sepupu raja tersebut. Maka raja itu pun lalu memberi uang sepuluh ribu dinar kepadanya, sedangkan sepupunya dihukum pancung.”

*) Dan dalam kisah Umar bin Khoththob ra.

Diriwayatkan dari Atha’ bin Yassar, ia berkata Rosulullaah Saw. bersabda kepada Umar ibnul Khoththob ra., “Wahai Umar, apa yang akan kamu lakukan jika kamu nanti meninggal dunia, lalu kaummu mengukir kain kafanmu sepanjang tiga hasta kali satu bentang lengan. Kemudian mereka memberimu wewangian, lalu mengusungmu hingga mereka membaringkanmu ke liang lahat. Selanjutnya mereka menimbunmu dengan tanah dan menguburmu. Begitu mereka pergi meninggalkanmu, kamu akan langsung didatangi oleh dua malaikat penjaga kubur, yakni Munkar dan Nakir. Suara mereka seperti halilintar yang menggelegar dan sorot matanya bagaikan petir yang menyambar. Rambut mereka terseret di tanah. Mereka mencakar-cakar kubur dengan taring hingga membuat kamu ketakutan. Lalu apa yag akan kamu lakukan, wahai Umar?”

Umar balik bertanya, ‘Apakah saat itu aku masih punya aql seperti sekarang?’

Beliau menjawab, “Ya!”

Umar berkata, ‘Kalau begitu aku akan menjadi lawan yang seimbang dengan mereka.’
(HR. Ibnu Abi Dunya)

Walloohu a’lam

(sumber: Kisah-kisah hikmah)

wassalaam

hesti b. anshor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: