Shalat Adalah Buku Harian Seorang Penyembah

Tentang shalat, saya mencoba menuliskannya … sedikit saja. Maaf, ya,
kalau banyak salah dalam memahaminya. Yang mau ngoreksi, makasih
banyak, ya …

Shalat, adalah Buku Harian Seorang Penyembah

Wahai Allah, terima kasih atas Kado-Mu … , Engkau beri kami
hari-hari yang kami catat dalam shalat kami.
Wahai Rasulullah saw, terima kasih atas Perjalanan Malammu menyinggahi
lelangit untuk bertemu Tuhan, Allah Sang Maha Pengasih lagi Maha
Penyayang, untuk menerima Kado Besar ini. Semoga hati, pikiran, jiwa,
kita bersatu di dalam Allah. Amin. (coba baca/ ingat lagi peristiwa
isra´ mi´raj Rasulullah saw.)

DiKadokan-NYA SHALAT adalah sebagai BUKU HARIAN (the book of the days)
untuk masing-masing kita. Bagaimana tidak? Hari-hari kita terjalin,
dari waktu ke waktu, membentuk sebuah lingkaran, di mana shalat
merangkaikannya secara tertib dari A sampai dengan Z (aspek perilaku
lahir), dari 0 sampai tidak terhingga (aspek perilaku bathin).
Lingkaran adalah sesuatu yang sempurna, bulat yang utuh : tidak
tercabik tidak tergores, tidak pecah. Sesuatu yang utuh. Sebuah
mandala; sebuah arah penertiban diri. Karena itu mengapa ada “tata
cara” shalat.

Buku Harian (the book of the days) kita adalah shalat. Kata-kata di
dalam shalat adalah kata-kata kita. Bukankah Dia memiliki banyak
kata-kata, lalu dibiarkannya kita yang memilih mana kata-kata yang
paling sesuai dengan kita, disamping ada juga kata-kata yang memang
wajib untuk kita ´tuliskan´ di dalam buku harian kita : kata-kata yang
sama untuk semua penyembah.

Wahai, kau sang penyembah, goresan penamu memerlukan ketenangan
(sebuah keberserahdirian total) dan keteguhan hatimu …, maka ketika
itu terjadi, maka shalatmu penuh kekhusyukan (baca lagi apa itu arti
khusyuk? Kalau gak salah berkaitan dengan hasanah).

Coba kita renungkan kata-kata dan perilaku (gerakan) yang kita
´tuliskan´ selama ini dalam Buku Harian kita (mulai dari niat sampai
salam. Waah … indah sekali, ya). Tiap kata memiliki makna, tiap
perilaku (gerakan) memiliki makna. Mungkin tiap penyembah akan
memaknai berbeda, tergantung bagaimana ia memaknai kesehariannya. Atau
tiap penyembah akan memaknai kesehariannya tergantung bagaimana ia
memaknai shalatnya. Keduanya saling berinteraksi.

Sebelum shalat, “Ya, Allah, Kehendaki dan Izinkan hamba untuk shalat,
ya, Allah.”

Ta´awudz, “A´dzubillaahi minasyyaithoonirrojiim (benar, gak tulisannya?)”
Bismillahirrahmaanirrahiim.

Berniat ,”Ya, Allah, sengaja kuhadapkan (berserah diri total) wajah
(kedirian yang sekarang, baik-buruk bathin dan lahir) ku pada-Mu di
waktu Subuh (misalnya), sebanyak 2 rakaat, wahai Engkau Yang Memilikiku.”

Perhatikan, bagaimana karakteristik Subuh? Kenapa cuma 2 rakaat
shalatnya? Dll.

“Allahu Akbar,” Bertakbir sambil mengangkat kedua tangan, telapak
tangan dalam keadaan terbuka menghadap ke depan; sejajar dengan telinga.
Memohon diberi kekuatan dalam mendaki jalan berikutnya. Tiada daya dan
kekuatan selain-Mu, ya, Allah.
“Ya, Tuhan (Rabb; aspek Rabb berkaitan dengan apakah?) ku, masukkanlah
aku secara masuk yang shiddiq dan keluarkanlah pula aku secara ke luar
yang shiddiq. Dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau Sulthoon yang
menolong (nashiiroon).” (QS. 17 : 80)

Iftiftah …
Alfatihah …
Ayat yang sesuai kebutuhan kita …
Dst.

Shalat banyak sekali macamnya, tergantung kebutuhan. Kebutuhan
dipanjatkan sesuai waktu. Alangkah benar-benar kita ini di atur Allah
untuk tertib : meminta ada waktunya; jangan meminta pada waktu yang
tidak tepat, karena memang segala sesuatunya akan datang tepat pada
waktunya. Karena itu shalatlah sesuai waktunya. Shalat 5 waktu,
tentunya waktu terbaik untuk shalat adalah di awal waktu, kecuali
shalat Isya. Shalat malam, waktu terbaiknya adalah sepertiga malam.
Dll shalat. Inti dari semua kebutuhan adalah : Allah.

Hadits atau ayat, ya …. (maaf, saya lupa) :
“Sesungguhnya shalat akan mencegahmu dari perbuatan keji dan mungkar.”

Gak cukup shalat wajib untuk Menghampiri-Nya, mari kita kerjakan yang
sunnahnya juga.

Hadits :
“Laksanakanlah ibadah sunnah jika kau ingin Aku Mencintaimu.”
(perawinya lupa)

Sungguh shalat akan merubah amal (bathin dan lahir) mu menjadi baik;
ketika waktu-waktu kosong yang mengantarai shalat 1 dengan lainnya kau
isi dengan terus-menerus dengan perenungan bathin (hati yang terjaga
dari penyakit hati) dan perenungan aktual (perilaku lahir) akan
kata-kata dalam shalat berikut gerakannya (pelajari sendiri makna
kata-kata dan gerakannya, ya ….)

HR. Turmudzi; An-Nasa´i :
“Sesungguhnya shalat tiada lain adalah keberserahan diri, penundukan
diri , perendahan diri dan perapatan serta pemusatan pikiran hamba
hanya kepada Allah, penyesalan hamba akan dosa-dosanya. Kemudian sang
hamba mengangkat kedua tangan seraya berkata, “Ya, Allah, ya, Allah,
ya, Allah,” maka barangsiapa tidak melakukan demikian, maka shalatnya
penuh kekurangan.”

QS. 2 : 238
“Peliharalah semua shalawat, dan peliharalah shalat wusthaa.
Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyuk.”

Shalat sunat rawatib, sebagai pengiring shalat wajib, sungguh begitu
indahnya …
Kau mempunyai tambalan untuk menambal bolongnya ´ruh´ shalat wajibmu,
sehingga kalau kau memang seorang penyembah yang baik, maka 1 harimu
telah shalat dengan sempurna : 100%, yang berarti kau menulis Buku
Harianmu dengan Takdir yang ´baik´.

Takdir yang ´baik´, itu adalah Shirothol Mustaqimmu.

Buku Harianmu, Shalatmu (shalat wajib dan atau sunnah), apakah itu
yang nanti kan kau terima kembali di padang masyhar? Karena itu
shalatlah! Dengan tertib. Semoga Allah beri kita taufik dan hidayah
untuk melaksanakan shalat dengan tertib. Amin.

Dwi Afrianti

2 Comments (+add yours?)

  1. aprodheta
    Jul 23, 2010 @ 09:32:01

    alhamdulillah, senang rasanya saya dapat menemukan banyak artikel di blog anda dan dapat menambah pengetahuan saya tentang agama…. ^_^

    Reply

  2. editor : yoedha pamungkas
    Jul 23, 2010 @ 11:24:25

    trims..semoga berguna dan barakah amin

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: