Sabar dan Syukur

Orang yang sabar berdiri ditempatnya sambil dilempari oleh berbagai kesulitan agar tetap tegar dan memperlihatkan ketulusanya dalam menyerahkan diri.

Dengan begitu, kedudukannya naik dan pengabdiannya tulus. Dipihak lain, orang yang bersyukur akan mendapat berbagai karunia dan pemberian agar mendekat sehingga keinginannya menjadi bersih. Orang yang bersyukur mengayunkan tangannya sambil mendekat sebagai rasa hormat, cinta, dan rindu kepada Tuhan atas apa yang Dia perbuat kepadanya, sementara orang yang sabar tetap ditempatnya sebagai bentuk kesetiaan kepada Tuhannya.

Orang yang bersyukur menundukan dirinya dengan kebajikan sampai merasa malu sehingga dia kembali kepada Tuhan, sementara orang yang sabar menundukan dirinya dengan ujuian sampai dia mudah dikembalikan, sehingga dia pun bisa taat kepad Tuhan.

Orang yang bersyukur kembali kepada Tuhan dalam kondisi gembira, sementara orang yang sabar kembali kepada Tuhan dalam kondisi sedih. Syukur adalah kalbu gembira terhadap Allah, sementara dalam sabar ada rasa bingun dan kecewa. Syukur adalah lewat karunia dan nikmat, sementara sabar adalah lewat kesulitan dan kesukaran.

Syukur adalah menyaksikan kebaikan, karunia, kemurahan, kasih sayang, dan rahmat-Nya, sementara sabar adalah menyaksikan ketentuan-Nya. Syukur adalah menyaksikan karunia Allah terhadap hamba-Nya, sementara sabar adalah menuntut kejujuran dari dirinya. Syukur ibarat obat-obatan kimia yang dituangkan kepada emas sehingga menjadi emas, sementara sabar ibarat api yang membersihkan emas serta membersihkan karatnya akibat banyak dibakar tanpa campuran kimia.Syukur adalah menyaksikan segala sesuatu sebagai milik-Nya, sementara sabar adalah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya setelah tertahan untuk dirinya sendiri. Selanjutnya, Dia mengambil segala sesuatu itu dari orang itu.

Dalam syukur, kita menyaksikan karunia yang berasal dari Allah. Dalam sabar, kita melihat Allah mendapatinya dalam posisi yang benar semata. Syukur adalah keimanan hamba bahwa segala sesuatu milik-Nya dan berasal dari-Nya, sementara sabar adalah keimanan hamba bahwa dirinya adalah milik-Nya. Syukur adalah kedudukan yang tidak mungkin didapat penduduk neraka di neraka, sebab syukur hanya untuk penghunu surga. Berbeda dengan sabar. Ia adalah kedudukan yang bisa dicapai penduduk neraka di neraka, meskipun kesabaran itu tidak bisa diterima dari mereka.

Syukur kekal untuk penghuni surga selama-lamanya, sementara sabar menghadapi ujian dan keselamatan bersumber dari karunia-Nya. Karunia berasal dari keindahan-Nya, sementara ujian berasal dari kekuasaan-Nya dan kekuasaan tersebut berasal dari kerajaan-Nya. Diakhirat nanti keindahan-Nya diberikan kepada penghuni surga, sementara kekuasaan-Nya ditujukan bagi penghuni neraka.

Lihatlah, dari mana keselamatan bersumber dan dari mana bencana bersumber ? Syukur menyertai kalbu yang gembira karena kemurahan Allah, sementara sabar menyertai kalbu yang pedih karena menerima ketentuan Allah. Kegembiraan adalah tunggangan kalbu dalam berjalan menuju Allah Swt, sementara kepedihan adalah lautan yang diam sehingga membutuhkan kapal dan angin yang baik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: