Tentang Rezeki

Ternyata mencari rezeki adalah salah satu bentuk ibadah. Setiap langkah yang kita ayunkan dalam mengais rezeki pada hakikatnya adalah bunga rampai dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah swt.

Beberapa hadits yang berkaitan dengan mencari rezeki:
Sesungguhnya Allah suka kepada hamba yang berkarya dan terampil. Barangsiapa bersusah payah mencari nafkah untuk keluarganya maka dia serupa dengan seorang mujahid di jalan Allah Azza wajallah. (HR. Ahmad).

Barangsiapa pada malam hari merasakan kelelahan dari upaya keterampilan kedua tangannya pada siang hari maka pada malam hari dia diampuni oleh Allah. (HR. Ahmad).

Sesungguhnya di antara dosa-dosa yang tidak bisa dihapus (ditebus) dengan pahala shalat, sedekah atau haji namun hanya dapat ditebus dengan kesusah payahan dalam mencari nafkah. (HR. Athabrani).

Jadi, sepantasnyalah kita mencari dan berusaha untuk mencari rezeki bukan semata-mata mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya demi kesenangan dunia semata. Tetapi yang terpenting dari dalam mencari rezeki kita harus menanamkan kedalam diri kita bahwa ini adalah salah satu bentuk ibadah dalam rangka mendekatkan diri kepada sang pemberi rezeki.

Rezeki ibarat air yang melimpah ruah. Hanya saja seringkali mengendap tak berjalan sebab pintu kran yang tersumbat. Kran tersebut hanya bisa dibuka dengan kunci ‘sakti’ yang memang diperuntukkan untuknya.

Adapun delapan kunci rezeki pembuka kran tersebut adalah:
1.Bertaubatlah dan perbanyak istighfar.
Adakalanya pintu rezeki terhalang lantaran kita pernah menorehkan noda hitam dalam lembaran hidup kita. Mungkin misalnya, tindak tanduk kita yang kita lakoni mendzalimi sesama. Atau bahkan kita pernah lalai lantas melewatkan kewajiban sebagai seorang abdi Allah swt. Oleh karena itu biasakanlah beristighfar. Segera kembali kejalan-Nya. Ketahuilah bahwasanya taubat dan istighfar adalah kunci rezeki.

2.Bersilaturahmi.
Pintu rezeki biasanya terbuka lewat silaturhami dengan sahabat-sahabat. Kalaupun rezeki tidak datang seketika itu juga barangkali setidaknya relasi mulai terjalin. Bisa jadi dengan seizin-Nya, rezeki itu datang karena komunikasi dengan relasi. Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. Ia berkata, “Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang ingin dilapangkan rezeki dan dipanjangkan umurnya maka hendaknya ia menyambung tali silaturahmi”. (HR. Bukhari).

3.Selalu berusaha.
Meskipun Allah telah menetapkan dan membagi rezeki hamba-Nya. Tetapi Dia juga menyerukan untuk mencarinya. Bukan cuma berdiam dan menggantungkan diri dan doa.

4.Gemar berinfak
Berbagilah meski hanya sedikit. Allah swt menjanjikan akan memudahkan jalan rezeki bagi mereka yang gemar bersedekah dan berinfak.
Tidak ada istilah jatuh melarat lantaran sering bersedekah. Justru malah sebaliknya, Allah swt akan melipatgandakan dan mengganti dengan yang serupa atau bahkan jauh lebih baik.
“Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan. Maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.” (QS. Saba : 34).

5.Santuni Kaum Dhuafa
Menyantuni kaum dhuafa bisa membuka pintu rezeki kita yang terhalang. Salah satu sebab ialah doa kaum dhuafa sangatlah manjur. Tindakan baik yang kita tujukan kepada mereka akan berbalas doa yang terijabahi.
Diriwayatkan dari Abu Darda’ ra. Ia berkata, “Saya mendengar Rasulullah saw bersabda: “Carilah aku melalui orang-orang lemah kalian, karena sesunguhnya kalian akan diberi rezeki dan ditolong sebab (berkat) orang-orang dhuafa.” (HR. Turmudzi, Nasai dan Abu Daud).

6.Merantau bila perlu.
Pergilah ke negeri orang. Barangkali pintu rezeki yang tertutup di daerah sendiri akan terbuka di tempat yang lain. Disamping itu pula merantau bentuk dari usaha kita dalam mencari rezeki. Oleh karena itulah jangan terburu-buru berputus asa dan berkecil hati jika rezeki belum ketemu jodohnya.
Gagal di langkah pertama, masih banyak langkah-langkah lain yang masih tersisa. Bumi Allah sangatlah luas demikianlah juga dengan rezeki-Nya.
“Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak.” (QS. An-Nisa : 100).

7.Tawakkal dan berdoa.
Tugas kita sebagai manusia hanya berusaha. Persoalan hasil adalah urusan Allah swt. Doa pun menjadikan rezeki yang kita dapat syarat dengan berkah. Sebab segala jerih payah yang telah kita upayakan tak terlepas dari petunjuk dan bimbingan Allah swt. Doa memberikan semangat dan keyakinan lebih bahwasahnya hanya Allah swt sang pemberi rezeki. Sebesar tawakkal dan kepasrahan kita dalam berdoa maka sebesar itu pulalah rezeki yang bakal kita peroleh. “Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (QS. Ath-Thalaaq : 3).

8.Senantiasa bersyukur.
Hanya dengan bersyukur, Allah swt akan membuka pintu rezeki kita. Berapa pun rezeki yang kita dapatkan, poleslah selalu dengan berkah syukur.Orang yang pandai bersyukur akan selalu merasa puas dengan berapa pun hasil yang di dapat. Begitu juga tidak mudah berkeluh kesah tatkala rezeki kurang bersahabat. Oleh karena itu, senantiasalah bersyukur. Niscaya Allah SWT akan mempermudah jalan rezeki dan menganak pinakkannya.

Semoga bermanfaat.

Wassalam.

Muh Jafar

1 Comment (+add yours?)

  1. dro
    Dec 09, 2009 @ 07:05:33

    top tip

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: