Sifat- Sifat Para Pejalan Allah

Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu Alaikum Wr.Wb.

Ada sepuluh sifat pada pejalan Allah, pemawas-diri dan peraih tujuan ruhani.

1.Tak bersumpah dengan-Nya, entah benar atau tidak, entah sengaja atau
tidak. Sebab bila hal ini termapankan, dan lidah terbiasa dengannya,
maka hal ini membawanya kepada suatu kedudukan, yang di dalamnya ia
mampu menghentikan bersumpah dengan sengaja atau tidak. Nah, bila ia
menjadi begini, Allah membukakan baginya pintu nur-Nya. Hatinya tahu
manfaat ini, kedudukannya termuliakan, langkah dan kesabarannya
terkuatkan. Maka, dipujilah dan dimuliakanlah ia di tengah-tengah
tetangga dan sahabatnya, sehingga yang tahu dia, menghormatinya, dan
yang melihatnya, takut kepadanya.

2.Menghindar dari berbicara tak benar, entah serius atau bercanda.
Sebab bila ia melakukan dan mengukuhkan hal ini pada dirinya sendiri,
dan lidahnya terbiasa dengannya, maka Allah membuka dengannya hatinya,
dan menjernihkan dengannya pengetahuannya, sehingga ia nampak tak tahu
kepalsuan. Bila ia mendengarnya dari orang lain, ia memandangnya
sebagai noda besar, dan termalukan olehnya. Bila ia memohon kepada
Allah agar menjauhkannya, maka baginya pahala.

3.Menjaga janji. Sungguh, hal ini demikian menguatkannya, sebab
mengingkari janji termasuk kepalsuan. Maka terbukalah baginya pintu
kemurahan, dan baginya kemuliaan, dan dicintailah ia oleh para shiddiq
dan mulialah ia di hadapan Allah.

4.Tak mengutuk sesuatu makhluk pun, tak merosak sesuatu pun, meski
sekecil atom pun, dan bahkan yang lebih kecil darinya. Sebab hal ini
termasuk tuntutan kebenaran dan kebaikan. Berlaku berdasarkan prinsip
ini, memperolehi husnul khatimah di bawah naungan-Nya, Ia meninggikan
kedudukannya, Ia melindunginya dari kehancuran, dan mengurniainya
kasih sayang dan kedekatan dengan-Nya.

5.Tak mendoakan keburukan bagi seorang pun, meski ia telah dizalimi.
Lidah dan geraknya tak mendendam, tapi bersabar demi Allah. Hal ini
membawanya kepada kedudukan mulia di dunia dan di akhirat. Ia menjadi
dicintai dan disayangi oleh semua penerima kebenaran, baik dekat
mahupun jauh.

6.Tak berpihak kepada kemusyrikan, kekafiran dan kemunafikan mereka
yang se-kiblat. Sifat ini menciptakan kesempurnaan dalam mengikuti
Sunnah, dan amat jauh dari mencampuri pengetahuan Allah dan juga dari
penyiksaan-Nya, dan amat dekat dengan redha dan kasih sayang-Nya.
Inilah pintu kemuliaan dan keagungan dari Allah Yang Maha mulia, yang
menganugerahkannya kepada hamba beriman-Nya sebagai balasan atas kasih
sayangnya terhadap semua orang.

7.Tak melihat sesuatu kedosaan, baik lahiriah mahupun batiniah.
Mencegah anasir tubuhnya darinya, sebab hal ini merupakan suatu
tindakan tercepat dalam membawa balasan bagi hati dan anasir tubuh di
dunia dan pahala di akhirat. Semoga Allah menganugerahi kita daya
untuk berlaku begini, dan menjauhkan kedirian (penting diri) dari
hati kita.

8.Tak membebani seorang pun, entah dengan beban ringan atau berat.
Tapi, melepaskan orang dari beban, entah diminta atau tidak. Hal ini
menjadikan hamba-hamba Allah dan para saleh mulia, dan memacu orang
untuk ber-amar ma’ruf nahi munkar. Hal ini menciptakan kemuliaan penuh
bagi hamba-hamba Allah dan para saleh, dan baginya segenap makhluk
nampak sama. Maka Allah membuat hatinya tak butuh, yakin dan bertumpu
pada Allah. Allah tak meninggikan seorang pun, bila masih terikat
kedirian. Bagi orang semacam ini, semua makhluk memiliki hak yang
sama, dan mesti diyakini bahawa inilah pintu kemuliaan bagi para
mukmin dan para saleh, dan pintu terdekat kepada keikhlasan.

9.Bersih dari segala harapan insan, dan tak merasa tergoda hatinya
oleh milikan mereka. Sungguh, inilah kemuliaan besar, ketakbutuhan
sejati, kerajaan besar, pujian agung, kepastian nan tegar kepasrahan
sejati kepada-Nya. Inilah pintu segala pintu kepasrahan kepada-Nya,
yang memampukan orang meraih ketakwaan kepada-Nya, dan pencipta
ketertarikan sempurna dengan-Nya.

10.Rendah hati. Dengan ini, sang hamba termuliakan dan sempurna di
hadapan Allah (Maha agung Dia) dan insan. Inilah sifat penyempurna
kepatuhan, dan dengannya sang hamba meraih kebajikan di kala suka dan
duka, dan inilah kesalehan nan sempurna. Rendah hati membuat sang
hamba merasa rendah daripada orang lain. Ia berkata, “Mungkin orang
ini lebih baik dariku di hadapan Allah, dan lebih tinggi
kedudukannya.” Mengenai orang kecil, sang hamba berkata, “Orang ini
tak menentang Allah, sedang aku menentang-Nya; sungguh ia lebih baik
dariku.” Mengenai orang tua, sang hamba berkata, “Orang ini telah
mengabdi kepada-Nya sebelum aku.” Mengenai orang alim, sang hamba
berkata, “Orang ini telah dianugerahi yang tak ada padaku, ia telah
memperoleh yang tak kuperoleh, ia mengetahui yang tak kuketahui, dan
ia bertindak dengan pengetahuan.” Mengenai orang bodoh, sang hamba
berkata, “Orang ini tak mematuhi-Nya kerana tak tahu, dan aku tak
mematuhi-Nya meski aku tahu, dan ku tak tahu akhir hayatku dan akhir
hayatnya.” Mengenai orang kafir, sang hamba berkata, “Entahlah,
mungkin ia akan menjadi seorang Muslim, dan mungkin aku akan menjadi
tak beriman.”

Inilah pintu kasih sayang dan ketakutan.
Bila hamba Allah telah menjadi begini, maka Allah menyelamatkannya
dari segala bencana, dan menjadikannya pilihan-Nya, dan menjadilah ia
musuh Iblis, sang musuh Allah. Keadaan ini menciptakan pintu kasih.
Dengan mencapainya, pintu kebanggaan tertutup dan tali kesombongan
diri terputus, dan cita keunggulan diri, agamis, duniawi dan ruhani
tercampakkan. Inilah hakikat pengabdian kepada-Nya; Tiada sebaik ini.
Dengan meraih keadaan ini, lidah terhenti menyebut insan dunia dan
yang sia-sia, dan karyanya tak sempurna tanpa hal ini; kebencian,
kepongahan dan keberlebihan terhapus dari hatinya pada segala keadaan,
lidahnya sama; orang baginya sama. Ia tak menegur seseorang dengan
keburukan, sebab hal ini membencanai hamba-hamba Allah dan
pengabdi-pengabdi-Nya, dan menghancurkan kezuhudan.

Dikutip dari: Futuhuul Ghaib (Mutiara Karya Syeikh Abdul Qadir
Jailani: Risalah 78).

Semoga Bermanfaat.

Wassalam.

Muh. Jafar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: