gerakan sholat dalam pandangan kesehatan

” Sungguh Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya
( QS. At Tiin:4)”
Betapa mulianya Allah yang telah menciptakan kita dengan begitu sempurna dan bahkan tidak cacat sedikitpun dalam perhitungannya. Hanya saja terkadang kita yang kurang bersyukur. Tidak menjaga nikmat-Nya sehingga segala sistem sempurna yang Allah buat untuk kita, kita rusak begitu saja akibatnya menyebabkan sistem keseimbangan itu menjadi terganggu dan pada akhirnya merusak diri kita sendiri. Tapi walaupun begitu Allah tetap menuntun kita untuk terus menjaga dan memperbaiki diri agar segala sesuatu yang rusak bisa kembali menjalankan fungsinya dengan benar.

Shalat merupakan satu gerakan fenomenal yang Allah hadirkan bagi umat muslim karena didalamnya terdapat ritual dinamis yang menggabungkan antara keseimbangan fisik dan ruhani. Didalam shalat ada gerakan berolahraga, ada pula gerakan meditasi. Sehingga Allah mengatakan bahwa shalat dapat mencegah diri kita dari perbuatan yang keji dan mungkar. Ironisnya tidak sedikit orang yang shalat tetapi kelakuannya tidak seperti layaknya seorang muslim. Lalu shalat seperti apa yang membuat kita dapat terhindar dari perbuatan keji dan mungkar? Ketika berfikir tentang satu hal ini saya ingat tentang kuliah thibbun nabawi yang pernah saya dapatkan sewaktu mengikuti pelatihan intibah. Bahwa dibalik gerakan shalat terdapat rahasia yang luar biasa indah jika kita mau merenungkannya.
Posisi berdiri tegak dalam shalat mengajak kita untuk memberikan keleluasaan yang luar biasa. Diantaranya adalah memperbaiki organ jantung. Secara tidak kita sadari kalau kita sedang kesal, sedang sedih, sedang gembira…tangan kita secara refleks mengelus-elus dada. Kegiatan mengelus/meletakkan tangan diatas dada merangsang kerja hormon hipotalamus yang akan memberikan efek ketenangan kepada kita. Seperti layaknya orang yang melakukan gerakan sedekap dalam sholat. Sedekap didalam sholat yang benar adalah meletakkan kedua tangan persis didepan dada kita. Bukan diatas perut seperti yang sering kita lihat pada umumnya. Salah satu manfaat yang lain adalah ketika kita takbir, mengangkat tangan sampai kedua telinga dengan sedikit memberikan tekanan kebelakang pada ruas bahu kita, akan memperbaiki organ pernafasan dan jantung.

Posisi ruku’ yang benar adalah dalam kondisi menekuk 90 derajat, tulang belakang tetap lurus tidak melengkung. Posisi ini bisa kita dapati jika posisi berdiri kita benar-benar dalam keadaan tegak dan dari mulai proses berdiri sampai rukuk kita tetap menjaga lurusnya tulang punggung kita. Dalam posisi ini seluruh urat yang berada dikaki kita akan tertarik (terjadi peregangan pada urat-urat kaki). Baik sekali bagi mereka yang memiliki masalah persendian tulang belakang, rematik, perut, penyakit-penyakit lain yang berhubungan dengan organ vital.

“Jika kamu ruku, letakkan kedua tanganmu pada kedua lututmu dan luruskan punggungmu serta tekankan tanganmu untuk ruku”
(HR Ahmad dan Abu Daud dengan sanad sahih)

Posisi salam yang baik yaitu benar-benar berputar sampai lebih dari 90 derajat (kalau Rasul bilang…sampai orang yang di belakang kita benar-benar bisa melihat sebelah pipi kita) salam yang benar memberikan efek berupa peregangan terhadap otot-otot bahu dan leher karena mencegah terjadinya pengapuran di leher.

Posisi duduk yang baik akan memberikan peregangan yang sempurna bagi otot-otot pinggang dan perut.
Posisi Sujud.
Rasulullah SAW bersabda,
“Apabila engkau sujud, tekanlah wajahmu dan kedua tanganmu ke tanah sehingga setiap ruas tulangmu kembali ke tempatnya.”
(HR Ibnu Khuzaimah dengan sanad Hasan)

Diantara semua posisi shalat, yang paling menakjubkan menurut saya adalah posisi sujud. Untuk mendapatkan efek yang baik dalam posisi sujud harus dimulai dari bagaimana sikap kita ketika I’tidal menuju sujud. Dalam posisi ini kedua kaki kita letakkan terlebih dahulu baru kemudian letakkan kedua tangan kita sejajar dengan bahu/kedua mata. Saat berpindah dari posisi berdiri/duduk menuju posisi sujud atau sebaliknya kekuatan kita bertumpu ditangan bukan dibadan (seperti gerakan mengangkat/menurunk an bandan saat push up). Kondisi seperti ini akan memperbaiki organ-organ yang berhubungan dengan lengan dan bahu kita. Ketika sujud hendaknya posisi tulang belakang kita tetap lurus dan seluruh bagian yang ada dimuka kita menyentuh bumi.Sujud kita membentuk posisi 45 derajat.
Dalam AlQur an Allah SWT berfirman,
“Dan Kami mengetahui bahwa dada kamu menjadi sempit disebabkan apa yang mereka ucapkan, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan jadilah engkau diantara orang yang bersujud (AlHijr 97-98)”
Ayat ini menggambarkan sujud sebagai salah satu cara yang dapat dilakukan untuk membuat hati menjadi tenang. Dalam kuliah kiropraksi (terapi pembetulan tulang belakang) yang pernah saya pelajari, dikatakan bahwa orang yang psikologisnya sedang mengalami rasa sedih yang mendalam biasanya cara berdirinya tidak tegak dan cenderung melipat kedua bahu kedepan (mungkin ini yang dsebut dalam surat Al Hijr sebagai dada yang sempit-jika ditinjau dari aspek kesehatan). Kondisi bahu seperti ini menyebabkan paru-paru menjadi tertekan dan pesakit tidak akan bisa bernafas secara lega (nafasnya pendek-pendek) . Padahal tubuh kita membutuhkan suplai oksigen yang cukup untuk memperbaiki seluruh jaringan yang ada di dalam tubuh. Posisi sujud yang benar akan membuka rongga-rongga dada sehingga mempermudah masuknya oksigen keparu-paru.
Tahukah kita? Saat sujud berlangsung, aliran darah yang membawa oksigen secara otomatis masuk kedalam pembuluh-pembuluh darah diotak kita, kemudian pengalirannya terjadi sampai ujung-ujung pembuluh darah kapiler (kejadian ini hanya akan kita dapati ketika bersujud).Hal ini menyebabkan syaraf-syaraf otak menjadi rileks…nyaman sekali. Itulah sebabnya orang yang senantiasa bersujud biasanya sabar dalam menghadapi hidup, ketika menghadapi masalah dia mampu berfikir jernih, orang-orang seperti ini biasanya jarang pikun.
Posisi sujud juga sangat baik bagi mereka yang memiliki gangguan usus dan organ vital karena posisi ini secara otomatis akan mengurangi terjadinya penumpukan faeces yang tidak wajar didalam usus. Jika penumpukan faeces yang tidak wajar terjadi di bagian atas usus besar (prolapsus) akan menyebabkan terjadinya penekanan ke organ vital yang secara otomatis akan menyebabkan gangguan.Pada wanita misalnya sakit yang sangat saat haid/ gejala menopause dini, sedangkan pada laki-laki misalnya dapat menyebabkan terjadinya ejakulasi dini. Jika penumpukan faeces yang tidak wajar terjadi di bagian samping/bawah usus besar (balooned sigmoid) akan menyebabkan organ ginjal tertekan dan menyebabkan terjadinya berbagai gangguan pada ginjal. Posisi sujud juga baik sekali untuk penderita maag dan penyakit-penyakit lainnya yang berhubungan dengan lambung dan usus, penyakit rematik, ginjal, masalah gangguan tulang belakang dan bahkan hampir semua penyakit bisa sembuh dengan terapi memperpanjang sujud.
Subhanallah bukan? Diantara posisi lainnya, posisi sujud adalah posisi yang paling lengkap untuk menjadi solusi bagi masalah kesehatan sekaligus merupakan posisi yang paling dicintai Allah (bukankan Allah menurunkan rahmat pada tempat yang dicintainya? ). Dalam sebuah hadist dikatakan bahwa ” Seorang hamba tidak akan pernah lebih dekat kepada Allah SWT. Kecuali ketika ia tengah bersujud ” (HR Muslim). Maka Rasulullah menganjurkan kita untuk memperpanjang sujud serta memperbanyak doa dan penyesalan.
Inilah karunia yang Allah berikan kepada umat muslim. Ketika Allah melihat kita sedang bersujud, menghinakan diri di hadapan-Nya, tenggelam dalam pengakuan atas dosa-dosa dan kekerdilan kita, mengaku hanya butuh kepada Dia…selain Dia adalah kecil. Allah langsung membetulkan segala spare part kita yang rusak. Servis special dari Allah untuk ahli sujud .
Kalau sudah begini menurut saya istilah “Mensana Incorporisano (didalam tubuh yang kuat terdapat jiwa yang sehat)” sudah harus dibuang jauh-jauh. Karena pada kenyataannya banyak orang yang tubuhnya sehat tapi pikiran dan hatinya kotor sehingga yang muncul adalah jiwa-jiwa koruptor, provokator, plagiator, diktator, dan sikap error lainnya.
Istilah Mensana Incorporisano menurut saya tidak sejalan dengan nilai-nilai thibbun nabawi yang menjunjung tinggi nilai-nilai Illahiyah dalam sebuah teknik pengobatan. Tapi…wajarlah karena istilah ini dibuat dengan kiblat kedokteran barat (bukankah orang-orang barat suka memutar balikkan fakta?). Seharusnya istilah ini dibalik sehingga menjadi sejalan dengan norma-norma thibbun nabawi ” Didalam jiwa yang sehat terdapat tubuh yang kuat”. Karena jiwa yang sehat adalah jiwa yang selalu cenderung pada Allah dan Rasul-Nya. Dengan kata lain menjadikan Allah dan Rasul sebagai SOP (Standard Operating Procedures) dalam kehidupannya. Rasulullah SAW bersabda barang siapa yang menginginkan dunia (jasad), dia akan mendapat dunia (jasad) dan barang siapa yang menginginkan akhirat (ruh) dia akan mendapatkan dunia (jasad) dan akhirat (ruh).
Ilmu Allah itu begitu luas dan terkadang memang tidak terjangkau oleh akal kita. Meskipun begitu Allah tetap menyuruh kita untuk selalu berfikir… berfikir…dan berfikir karena dalam proses inilah kita dapat mengetahui eksistensi Allah yang sesungguhnya dan memahami bahwa Allah adalah esensi yang tidak bisa dipahami dengan logika semata.
Wallahu a’lam bishowab


Terkadang Allah memberikan nikmat dengan ujian yang berat dan menguji dengan nikmat yang banyak. Barangsiapa yang beriman, tidak akan berputus asa dan tidak pula akan tertipu. Karena mereka yakin Allah itu guru terbaik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: