Adab Berwudhu

Adab Wudhu

Dari Buku Bidayah al-Hidayah
Karya Al Ghazali

Janganlah meninggalkan bersiwak, karena siwak “kebersihan bagi mulut, keridhaan bagi Allah, dan kemurkaan bagi syaitan.” Dan, “Satu shalat dengan bersiwak lebih utama daripada tujuh puluh shalat tanpa bersiwak.”

Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, dia berkata: Rasulullah saw bersabda, “Seandainya tidak memberatkan umatku, niscaya aku akan memerintahkan mereka untuk bersiwak pada setiap kali shalat.”

Diriwayatkan dari Rasulullah saw juga, “Aku diperintahkan untuk bersiwak sampai-sampai aku khawatir itu akan diwajibkan atasku.”

Kemudian (setelah selesai), berwudhulah seraya menghadap kiblat di tempat yang tinggi, agar percikan-percikan air tidak mengenaimu dan ucapkanlah.

“Bismillaahirrahmaanirrahiim
Ya Tuhanku aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan syaitan. Dan aku berlindung (pula) kepada Engkau, ya Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku.” (QS Al Mu’minuun : 97-98)

Kemudian basuhlah tanganmu sebanyak tiga kali sebelum kamu memasukkannya ke dalam bejana. Dan ucapkanlah: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu keberuntungan dan keberkatan, dan aku berlindung kepada-Mu dari kemalangan dan kebinasaan.”

Kemudian berniatlah menghilangkan hadas atau membolehkan shalat. Hendaklah niatmu tidak hilang sebelum kamu membasuh muka sehingga wudhumu tidak sah.

Kemudian ambil seciduk air untuk mulutmu dan berkumurlah sebanyak tiga kali. Bersungguh-sungguhlah mendorong air sampai ke pangkal tenggorokan. Kecuali jika kamu puasa, maka pelan-ppelanlah. Dan ucapkanlah: “Ya Allah, tolonglah aku untuk membaca Kitab-Mu dan memperbanyak zikir kepada-Mu, dan teguhkanlah aku dengan perkataan yang teguh dalam kehidupan dunia dan akhirat.”

Kemudian ambil seciduk air untuk hidungmu. Hiruplah air tersebut sebanyak tiga kali dan keluarkan kelembaban yang ada di dalam hidung. Dan saat menghirup air, ucapkanlah: “Ya Allah, (datangkanlah kepadaku) bau surga, sedang Engkau ridha kepadaku.” Dan saat mengeluarkan air, ucapkanlah: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari bau-bau neraka dan keburukan tempat tinggal.”

Kemudian ambil air seciduk untuk wajahmu. Basuhlah dengannya mulai dari permulaan bentangan dahi sampai ujung dagu, dari sisi panjang, dan mulai dari telibnga sampai ke telinga yang lain, dari sisi lebar. Sampaikanlah air ke tempat tahdzif (pembuangan), yaitu tempat yang biasanya perempuan menyibakkan rambut, yakni tempat antara bagian atas telinga sampai sudut pelipis. Sampaikanlah air ke empat tempat tumbuhnya bulu : alis, kumis, bulu mata dan idzar, yaitu permulaan jenggot yang menghadap ke telinga. Wajib menyampaikan air ke tempat-tempat tumbuhnya bulu pada jenggot yang tipis tanpa jenggot yang panjang. Dan saat membasuh wajah, ucapkanlah: “Ya Allah, putihkanlah wajahku dengan cahaya-Mu pada hari ketika wajah penolong-penolong-Mu menjadi putih. Dan janganlah Engkau menghitamkan wajahku dengan kegelapan-Mu pada hari ketika wajah musuh-musuh-Mu menjadi hitam.” Dan janganlah kamu meninggalkan menyela-nyela jenggot yang lebat.

Kemudian basuhlah tanganmu yang kanan, lalu yang kiri, disertai dengan kedua siku sampai ke pertengahan lengan atas. Sebab, perhiasan di surga itu sampai ke tempat-tempat wudhu. Saat membasuh tangan kanan, ucapkanlah: “Ya Allah, berikanlah catatan amalku melalui tangan kanan dan hisablah aku dengan hisab yang ringan.” Dan saat membasuh tangan kiri: “Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu agar Engkau tidak memberi catatan amalku melalui tangan kiri atau dari belakang punggungku.”

Lalu liputilah kepalamu dengan usapan, dengan membasahi kedua tanganmu, menempelkan ujung-ujung jari kanan dan kirimu, meletakkan keduanya pada bagian depan kepala, dan menggerakkan keduanya ke arah tengkuk , lalu mengembalikan keduanya ke depan. Ini adalah sekali. Lakukanlah sebanyak tiga kali. Dan ucapkanlah: “Ya Allah, selubungilah aku dengan rahmat-Mu, turunkanlah kepadaku sebagian dari berkah-Mu, dan naungilah aku di bawah naungan arsy-Mu pada hari saat tidak ada naungan selain naungan-Mu. Ya Allah haramkanlah rambut dan kulitku bagi neraka.”

Kemudian (usaplah) bagian dalam dan bagian luar kedua telingamu dengan air baru. Masukkanlah kedua jari telunjukmu ke dalam lubang kedua telingamu dan usapkanlah bagian luar kedua telingamu dengan kedua ibu jarimu. Dan ucapkanlah: “Ya Allah, jadikanlah aku di antara orang-orang yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Ya Allah, perdengarkanlah kepadaku penyeru surga di surga bersama orang-orang yang berbakti.”

Kemudian usaplah lehermu dan ucapkanlah: “Ya Allah, bebaskanlah aku dari neraka, dan aku berlindung kepada-Mu dari rantai-rantai dan belenggu-belenggu.”

Kemudian basuhlah kakimu yang kanan, lalu yang kiri, sampai kedua mata kaki. Dengan jari kelingking kiri, sela-selalah jari-jari kakimu, mulai dari jari kelingking kanan sampai berakhir di jari kelingking kiri. Masukkanlah (jari-jari) dari bawah dan ucapkanlah: “Ya Allah, teguhkanlah kakiku (qadami) di atas jalan yang lurus bersama kaki hamba-hamba-Mu yang saleh.” Demikian pula saat membasuh kaki kiri, ucapkanlah: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu agar tidak tergelincir ke dalam neraka, pada hari saat kaki orang-orang munafik dan orang-orang musyrik tergelincir.” Angkatlah kaki sampai pertengahan kedua betis dan ulangi sebanyak tiga kali dalam semua perbuatanmu.

Apabila engkau telah selesai berwudhu, angkatlah pandanganmu ke langit dan ucapkanlah: “Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya. Maha Suci Engkau, ya Allah dan dengan segala puji-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Engkau. Aku telah mengerjakan kejahatan dan menzalimi diri sendiri. Aku memohon ampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu. Maka ampunilah aku dan terimalah taubatku. Sesungguhnya Engkau Maha Penerima taubat dan Maha Penyayang. Ya Allah, jadikanlah aku di antara orang-orang yang bertaubat, jadikanlah aku di antara orang-orang yang mensucikan diri, jadikanlah aku di antara hamba-hamba-Mu yang saleh, jadikanlah aku orang yang banyak bersabar dan banyak bersyukur, dan jadikanlah aku berzikir kepada-Mu dengan zikir yang banyak dan bertasbih kepada-Mu pada pagi dan sore hari.”

Barangsiapa (membaca) doa-doa ini dalam wudhunya, maka semua dosanya keluar dari semua anggota tubuhnya. Wudhunya itu akan dicap dengan sebuah cap dan diangkat ke bawah Arsy, lalu terus bertasbih keapda Allah Ta’ala dan mensucikan-Nya. Dan ditulis baginya pahala wudhu itu sampai hari kiamat.

Pada saat berwudhu, jauhi tujuh perkara:

Jangan mengibaskan kedua tanganmu, sehingga kamu memercikkan air.
Jangan sekali-kali menampar (wajah atau kepalamu) dengan air
Jangan berbicara selama berwudhu
Jangan membasuh lebih dari tiga kali
Jangan banyak menuangkan air tanpa keperluan, sekadar karena ragu-ragu. Sebab, bagi orang yang ragu-ragu terdapat syetan yang (mentertawakan) mereka. Namanya Walhan.
Jangan berwudhu dengan air musyammas(air yang terjemur matahari).
Jangan pula (dari) bejana-bejana yang berisi air hujan pada musim gugur.

Inilah tujuh perkara yang dimakruhkan dalam wudhu. Dalam riwayat disebutkan, “Barangsiapa yang mengingat Allah saat berwudhu, maka Allah akan mensucikan seluruh tubuhnya. Dan barangsiapa yang tidak mengingat Allah saat berwudhu, maka tidak suci darinya kecuali apa yang terkena air.”

1 Comment (+add yours?)

  1. umar hakim
    Apr 19, 2010 @ 00:08:35

    terima kasih tulisannya, saya bisa mengerti tentang wudhu dari tulisan tersebut. jazakum Allah, amien

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: