Anjing-Anjing Yang Menggonggong Dalam Diri

Anjing-Anjing Yang Menggonggong Di Dalam Diri
Oleh: Bawa Muhaiyaddeen
diterjemahkan oleh Dimas Tandayu

Cintaku, cucu-cucuku, putra dan putriku, saudara-saudaraku. Kemari,
malam telah tiba dan suasana mulai gelap. Apakah seharusnya kita
melewati jalan ini? Coba dengar semua gonggongan itu!

Apakah kau tahu dari mana asalnya? Banyak orang yang tinggal di
sepanjang jalan ini memelihara anjing penjaga. Gonggongan anjing pada
satu rumah membuat anjing lainnya menggonggong pada rumah yang lain.
Satu demi satu, mereka menggonggong pada orang yang berlalu di
sepanjang jalan, apakah mereka itu seseorang yang baik ataupun
seseorang yang buruk, manusia atau pun setan. Mereka menggonggong pada
setiap mahluk yang lewat.

Orang-orang memelihara anjing ini di rumah untuk menjaga mereka, tapi
lihat apa yang sebenarnya anjing-anjing itu lakukan? Mereka makan dan
menggonggong siang malam. Mereka tidak pernah diam sedikit pun.

Begitu banyak macam anjing, dan mereka menggonggong dengan suara yang
berbeda-beda. Yang berbadan besar meraung, “Wooof! Wooof!” Yang sedang
menyalak, “Bow Wow!”, dan yang kecil memekik, “Yip! Yip!” terlepas
dari ukurannya yang besar ataupun kecil, muda ataupun tua, gonggongan
mereka menghalangi orang lain untuk beristirahat. Dan walaupun mereka
dibesarkan dengan baik, mereka mungkin akan tetap menggigit orang
asing dan terkadang menggigit tuannya. Tuhan menciptakan anjing,
tetapi mereka tidak memiliki kemampuan untuk mengetahui apa yang benar
dan salah. Keadaan anjing seperti itu. Dengarkan gonggongan-gongongan
mereka tatkala kita melewatinya.

Cintaku, cucu-cucuku. Anjing menggonggong bukanlah suatu hal yang
ajaib, setiap mahluk hidup menghasilkan sebuah suara. Dan bukanlah
sebuah keajaiban jika orang-orang memelihara anjing-anjing ini di
rumah mereka. Apa yang ajaib adalah manusia juga membesarkan
anjing-anjing di dalam dirinya sendiri. Sebagaimana orang-orang
membesarkan anjing-anjing penjaga mereka dengan baik, manusia dengan
senang hati membesarkan anjing-anjing yang menggonggong di dalam
pikirannya. Ia menciumnya dan memberikan segala sesuatu yang mereka
inginkan. Selama ia memberi makan anjing-anjing ini, mereka akan tetap
mengelilinginya, mengganggunya, dan membuatnya tidak pernah
menyelesaikan pekerjaannya. Anjing-anjing itu tidak akan pernah
membiarkan ia tidur atau mendapatkan ketenteraman. Sekitar 95% seluruh
manusia membesarkan anjing-anjing ini di dalam diri mereka. Sangat
sedikit yang hidup tanpa mereka.

Cucu-cucuku, anjing yang kau besarkan di dalam kandang dari tubuhmu
ini adalah anjing akal pikiran dan hawa nafsu. Tugasnya adalah
menggonggong dan menggeram. Jika engkau memberikan sesuatu padanya dan
mengambilnya kembali, ia akan menggigitmu. Jika kau gagal memenuhi
setiap keinginannya, ia akan menggigitmu. Anjing ini tidak akan pernah
memberimu ketenteraman. Ia tidak akan pernah mengizinkanmu melakukan
sesuatu yang baik. Satu-satunya hal yang ia lakukan adalah makan dan
menggonggong.

Anjing ini memiliki sifat-sifat yang mengerikan. Ia begitu egois dan
tidak bisa membedakan benar dan salah atau baik dan buruk. Ia menyukai
apapun tanpa terkecuali, bahkan hal-hal yang dibuang oleh Tuhan dan
oleh manusia sejati. Ia terus-menerus mengarahkan hidungnya ke tanah,
mencari darah, kotoran, dan sampah lainnya. Ia berkelana kemanapun,
mengeruk-ngeruk bau busuk untuk memuaskan keinginannya. Ia tidak
menyukai apapun yang memiliki aroma harum.

Anjing hawa nafsu dan akal pikiran ini memohon dan memohon, meminta
makanan dari manusia yang membesarkannya di dalam dirinya. Setiap
waktunya dihabiskan untuk mencari tulang-tulang, daging, ayam dan
ikan. Hanya itulah satu-satunya pekerjaan manusia yang diizinkan oleh
sang anjing. Ia menggonggong dan menggonggong, bersikeras menginginkan
apapun yang ia inginkan.

Cucuku, engkau selayaknya tidak membesarkan anjing ini di dalam
dirimu. Anjing seperti itu selalu curiga terhadap apapun dan mengamati
setiap orang yang berlalu di depannya. Begitu curiganya hingga ketika
tidur pun ia akan terbangun tiba-tiba dan menggonggong. Ia bahkan
tidak bisa hidup dalam keharmonisan, kedamaian, atau tenteram dengan
anjing lainnya. Karena keegoisannya, ia akan berkelahi dan menggigit,
tanpa memperdulikan apakah telinganya, hidungnya, atau matanya terluka.

Selama kau membersarkan anjing seperti itu di dalam dirimu, ia akan
selalu menggonggong, dan kau tidak akan pernah mengerti kebersamaan,
harmoni, atau persamaan. Kau tidak akan pernah mengerti cinta, belas
kasih, kedamaian, atau ketenteraman jiwa. Sifat-sifat itu tidak akan
tumbuh di dalam dirimu. Engkau hanya akan mengenal keraguan, iri hati,
dengki, amarah, pengkhianatan, kebohongan, dan egoisme dari aku.
Engkau hanya akan mampu melakukan tugas yang hanya dilakukan oleh
seekor anjing.

Cucuku yang mulia, jangan percayakan penjagaan rumah hatimu kepada
anjing akal pikiran dan hawa nafsu. Jangan pernah berpikir anjing
seperti itu mampu menjaga rumah ini yang dipenuhi oleh sifat-sifat
Tuhan, rumah cinta dan kebijaksanaan, dari belas kasih, kedamaian, dan
ketenteraman jiwa. Siapapun yang mempercayakan penjagaan rumahnya pada
anjing tidak akan pernah meraih ketenteraman. Rumah ini tidak
memerlukan penjagaan siapapun selain Tuhan. Dialah Ayah* yang memiliki
tiga ribu sifat pengasih dan sembilan puluh sembilan tugas dan
tindakan, atau wilayat*, selalu menjaga rumah hatimu.

Cucuku, jangan menyisakan tempat bagi apapun yang bersebrangan dari
Tuhan untuk merangkak ke dalam hatimu. Berikan Dia penanggungjawab
satu-satunya untuk menjaga tempat itu. Dia sendiri yang
bertanggungjawab untuk menjaga kerajaan-Nya, rumah-Nya, khazanah-Nya,
dan kekayaan dari jiwa. Jika Dia adalah penjaganya, engkau akan
mendapatkan ketenteraman. Jika engkau menolak memberikan kerajaan dari
jiwamu pada akal pikiran dan hawa nafsu, kerajaan itu akan teguh dalam
ketenteraman. Engkau akan memahami keadilan, kejujuran, dan cinta.
Engkau akan memahami dirimu, Ayah-mu, dan kemerdekaan bagi jiwamu.

Cintaku, cucuku. Dengan kebijaksanaanmu, tangkap anjing itu,
kendalikan ia, dan kemudian rantai ia di belakang dapur. Peliharalah
hanya sifat-sifat dan cinta dari Ayah-mu. Jika engkau melakukan ini,
engkau akan memiliki ketenangan dan kedamaian jiwa. Engkau akan meraih
ketenteraman dari kebijaksanaan dan menjadi bahagia. Engkau akan
memahami kekayaan dari cinta Tuhan dan mengerti nilai sejati dari
kekayaan itu. Engkau akan memahami Dia yang bertanggungjawab atas
kerajaan ini. Cintaku. Amin. Amin.

*********

*Ayah dengan `A’ besar, Allah [Muhammad Raheem Bawa Muhaiyaddeen ral.
Seorang mu’min yang pasti memahami QS. 112:3 “(Allah) Tidak beranak
dan tidak pula diperanakkan.” Beliau kerap menggambarkan kasih sayang
Allah terhadap jiwa-jiwa yang suci bagaikan cinta seorang ayah
terhadap anaknya, dan selain itu juga karena setiap jiwa manusia
berasal langsung dari Allah Ta’ala]

*Wilayat; Kekuatan Tuhan yang akan dimanifestasikan melalui
sifat-sifat-Nya; nama-nama dan sifat-sifat Tuhan; kekuatan seluruh
atribut-Nya yang melalui itu semualah semua mahluk mewujud.

1 Comment (+add yours?)

  1. Erwin
    Jan 04, 2010 @ 00:51:27

    Subhanallah.. tulisan yang bagus, memang sifat curiga dan hasut dalam diri sulit untuk dikendalikan dan menyengsarakan. Hanya dgn kesungguhan, kesabaran dan rahmatNyalah kita akan mendapatkan Kebenaran yg Hakiki..

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: