Hikmah Idul Adha

Meredam Egoisme.

HARI Raya Iduladha atau juga dikenal dengan Idulqurban banyak mengandung pelajaran yang sangat berharga bagi umat manusia. Seperti halnya ibadah haji, Iduladha tidak lain merupakan bentuk aktivitas manusia untuk mendekati Tuhannya karena makna hakiki dari haji adalah pendekatan hamba kepada rabbi-Nya.

Dalam kehidupan, manusia tidak selamanya menikmati beberapa episode yang indah tetapi juga harus ada pengorbanan. Pengorbanan adalah bentuk keikhlasan bagi manusia untuk kepentingan bersama. Pengorbanan di sini bukan hanya dengan menyerahkan daging hewan kurban, namun mampu menahan diri dan terhindar dari egoisme seperti yang lakukan oleh Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Selain itu, manusia juga harus menghiasi dirinya dengan sikap kearifan karena kearifan di atas kepandaian dan keterampilan manusia. Dengan kearifan tersebut manusia tidak mudah dipermainkan oleh pernik-pernik dunia seperti amarah. Hal ini seperti yang disabdakan oleh Nabi Muhammad, ” Tidak beriman seseorang hingga ia mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya”.

Namun bila kita melihat hal itu sekarang, maka kita akan melihat banyaknya penghasutan, fitnah, bahkan pengrusakan yang banyak merugikan orang juga masih kerap terjadi.
Inti dari Iduladha adalah mengorbankan apa yang kita cintai untuk kepentingan kemanusian dan orang banyak. Karena hal itu juga menggambarkan sebagai warga bangsa yang beriman.
Sikap hidup alfuistik bermakna terbalik dengan egoisme dan sikap alfuistik tersebut terjewantahkan dalam bentuk ketulusan berbuat dan berkorban, termasuk mengorbankan egoisme. Seperti yang dilakukan Nabi Ibrahim, meski harus mengorbankan putranya Ismail, beliau tetap melakukan hal tersebut sebagai bentuk ketaatan seorang hamba kepada sang khalik tanpa ragu sedikitpun Jadi mendahulukan kepentingan kemanusian atau demi kepentingan orang banyak adalah esensi paling dasar seperti Seperti yang tertuang dalam Al Quran pada Surat Al-Qolam ayat 8-13 yang intinya: Agar tidak menguti hasutan orang-orang yang suka berdusta meski mereka besumpah mengatasnamakan Tuhan. Selamat Hari Raya Iduladha 1429H, Minal Aidzinwalfaidzin.

* Prof Dr Azhar Arsyad MA, Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin, Makassar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: