“Rasulullaah dan makna kejadian ketika Isra’ Mi’raj”oleh prihastri Septianingsih.

Pada suatu hari usai Isra’ Mi’raj, Sa’id al-Hudri ra
bertanya kepada Rasulullaah Saw mengenai berbagai
kejadian di malam Isra’, lalu Beliau Saw menjawab
dengan mengawali ceritanya sbb:

“Seekor hewan mirip keledai telah tersedia
dihadapanku, hewan itu adalah ‘Buraq’ yang menjadi
kendaraan para Nabi. Lalu ia berangkat membawaku
dengan kecepatan yang sangat tinggi, sekali langkah
kaki depannya dapat menempuh perjalanan sejauh batas
akhir penglihatannya. Kemudian terdengar suara
memanggil dari sisi kananku, “Wahai Muhammad,
kurangilah kecepatanmu.”

Namun aku terus melaju dengan kecepatan tinggi, tidak
mempedulikannya. Dari arah kiriku juga terdengar suara
yang sama, namun aku juga tidak memedulikannya.
Kemudian, seorang wanita datang seraya melambaikan
tangannya dan berseru, “Wahai Muhammad,
perlahan-lahanlah!” Namun aku terus maju, tidak
menoleh kepadanya sedikit pun.

Akhirnya sampailah perjalanaku ke Baitul Maqdis
(Masjid Al-Aqsha). Di sana aku berhenti, Buraq aku
tambatkan pada tiang yang biasa dipakai para Nabi
terdahulu. Lalu aku masuk masjid, dan melakukan solat,
selesai melaksanakan sholat aku bertanya kepada
Malaikat Jibril mengenai suara-suara yang memanggil
dari sisi kanan dan kiri juga mengenai wanita yang
melambaikan tangannya.

“Kemudian Malaikat Jibril menjelaskan, panggilan dari
sisi kananmu adalah provokasi agama Yahudi, dan
seandainya Engkau berhenti, niscaya pasti umatmu akan
menjadi pemeluk agama Yahudi. Sedangkan panggilan dari
sisi kirimu itu adalah provokasi agama Nasrani, dan
seandainya Engkau berhenti akibat panggilannya, maka
umatmu kelak akan menjadi penganut agama Nasrani.Ada
pun wanita yang memakai beraneka perhiasan adalah
lambang kehidupan dunia ini, seandainya Engkau
berhenti akibat lambaiannya, pastilah umatmu akan
terhanyut dan terlena dengan kehidupan dunia, dan akan
lebih mencintai kehidupan dunia dari pada kehidupan
akhirat.”

Selanjutnya, aku disodori segelas minuman susu, dan
segelas lagi berisi arak. Ketika dipersiahkan minum,
maka aku pun memilih minuman susu, dan kutinggalkan
gelas yang berisi arak.” Kemudian Malaikat Jibril
berkata, “Tepatlah pilihanmu, sesuai fitrah, yakni
Engkau telah memilihkan Islam sebagai agama umatmu,
dan tidak memilih arak yang menyesatkan umatmu.”

Subhanallaah.Rasulullaah Saw bersabda, “Ketika aku berada di antara
tidur dan terjaga, tiba-tiba aku melihat seseorang
datang kepadaku, lalu aku diberi baskom penuh himah
dan iman. Kemudian aku diberi hewan tunggangan yang
ukurannya di bawah begal dan di atas keledai, warnanya
putih, disebut ‘Buraq’. Kemudian Beliau menceritakan
peristiwa Isra’ Mi’raj. (HR. Abuu Nu’aim )

QS. Al-Ma’arij (70), ayat 3, yang artinya:
“(yang datang) dari Allaah Yang mempunyai Al-Ma’arij
(tempat-tempat yang tinggi)”

Rasulullaah Saw bersabda, “Ketika orang-orang Quraisy
tidak mempercayai berita bahwa aku diperjalankan ke
Bayt al-Muqaddas, aku pergi ke Ka’bah, lalu
memanjatkan puji Tuhanku dan memohon kepada-Nya supaya
Ia menunjukkan kepadaku gambaran tentang Bayt
al-Muqaddas. Tuhanku mengabulkan permohonanku sehingga
aku dapat melihat gambaran Bayt al-Muqaddas, lalu
menceritakannya kepada mereka (orang-orang quraisy)
tanda-tanda dan tempat-tempat yang ada di Bayt
al-Muqaddas, sedang aku memandangi gambarnya.”
(HR. Abuu Nu’aim)

Namuun Allaah Swt berfirman:
“Tidaklah bermanfa’at tanda kekuasaan Allaah dan
Rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang-orang
yang tidak beriman,” [QS.Yunus(10)]: 10

“Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan
diri di muka bumi tanpa alasan yang benar terhadap
tanda-tanda kekuasann-Ku.” [QS. Al-A’raf (7)]: 146

“Sebenarnya Al-Qur’an adalah ayat-ayat yang nyata di
dada orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang
mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang
zalim.” [QS. Al-Ankabuut (29)] : 49

“Dan barang siapa yang tidak diberi cahaya oleh
Allaah, tiadalah dia mempunyai cahaya sedikit pun”
[QS. An-Nuur (24)] : 40

Shodakallaahul ‘Adziim
Semoga kita semua dapat mengikuti jejak Rasulullaah.
“Yaa Allaah, jadikanlah celupan kami seperti celupan
Rasulullaah Saw.” Amiin
Wassalammu’alaikum Wr.Wb.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: