Lidah Juga Puasa !

Puasa Lidah
SEGALA puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Rasulullah, keluarga dan sahabatnya.
Lidah mempunyai cara khusus dalam berpuasa. Puasa lidah terus berlangsung selama Ramadan dan di luar Bulan Suci. Tetapi dalam bulan Ramadan lidah terdidik dan terlatih.
Rasulullah Shallallahu Alaihi Sallam bersabda, "Hati-hatilah kamu dengan ini, kemudian beliau menunjuk lidahnya."
Bahaya lidah sangat besar, Abu Bakar Radhiyallahu Anhu pernah memegang lidahnya sembari menangis dan berkata, "ini yang telah mendatangkan banyak hal padaku."
Lidah adalah ibarat binatang buas yang berbahaya, ular, berbisa, dan api yang berkobar-kobar. "Jangan engkau sebut aib seseorang dengan lidahmu. Karena setiap orang mempunyai aib, dan setiap orang juga punya lidah."
Allah Subhanahu wa Ta’ala menyayangi orang yang berhati-hati dengan lidahnya. Allah juga menyayangi orang yang mampu mmengendalikan pandangannya, cara bertuturnya sopan, dan mempertimbangkan apa yang hendak ia katakan.
Allah berfirman, "Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir." (QS Qaf:18)
Orang-orang yang baik takut adzab Allah saat mereka bertemu dengan Tuhan Yang Maha Tunggal dan Perkasa. Mereka gunakan lidah untuk mengingat dan bersyukur kepada-Nya. Mereka tidak mengucapkan kata-kata keji, kata-kata busuk dan kata-kata tak sopan.
Ibnu Mas’ud berkata, "Demi Allah, tidak ada di dunia ini yang lebih berhak dijaga lebih lama dari lidah." Bila orang-orang saleh ingin berbicara, mereka mengingat akibat dan konsekuensinya, lalu mereka pun diam.
Bagaimana mungkin disebut berpuasa orang yang melepaskan tali kekang lidahnya? Bagaimana mungkin disebut berpuasa orang yang dipermainkan lidahnya, ditipu ucapannya, diperdaya cara bertuturnya?
Bagaimana mungkin disebut berpuasa orang yang berbohong dan bergunjing, mengobral caci maki dan sumpah serapah dan melupakan hari kiamat?
Bagaimana mungkin disebut berpuasa orang yang memberi kesaksian palsu, dan tidak berhenti berbuat jahat kepada kaum Muslimin?
Betapa banyak orang berpuasa merusak puasanya pada saat lidahnya rusak, cara bertuturnya busuk dan kata-katanya tercela. Tujuan puasa bukanlah hanya menahan lapar dan haus, tetapi pendidikan dan latihan.
Dalam lidah, bila tidak dikendalikan terdapat lebih dari 10 kesalahan. Aibnya adalah berkata bohong, bergunjing, mengadu domba, berkata kotor, mencela, berkata jahat, saksi palsu, melaknat, menghina, merendahkan orang dan lain-lain.
Lidah adalah jalan untuk kebajikan, tapi ia juga jalan kejahatan. Betapa sangat beruntung orang yang menggunakannya untuk berdzikir kepada Allah, memohon ampunan-Nya, bertasbih, dan bertaubat.
Betapa merugi orang yang menggunakannya untuk merusak kehormatan orang lain, menodai hal-hal yang dimuliakan, dan merontokkan nilai-nilai.
Wahai orang yang berpuasa, basahi lidahmu dengan dzikir kepada Allah. Didik ia dengan takwa, bersihkan ia dari maksiat. Ya Allah, sungguh kami memohon kepada-Mu lidah yang jujur, hati yang bersih, dan prilaku yang lurus.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: