Perut Juga Puasa!

Puasa Perut
SEGALA puji bagi Allah, salawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Rasulullah, keluarga dan sahabatnya. Makanan halal maupun haram mempunyai pengaruh atas kehidupan perilaku dan akhlak manusia.
Oleh sebab itu Allah menyuruh para Rasul-Nya seraya berfirman, "Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik dan kerjakanlah amal saleh." (QS Al Mu’minun: 51).
Dalam surah lain Allah berfirman, "Hai orang-orang yang beriman, makanlah diantara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepadaNya saja kamu menyembah." (QS Al-Baqarah: 172).
Puasa perut adalah dengan menjauhi yang haram, disamping menjauhi makan dan minum, dan segala yang membatalkan puasa pada siang Ramadan.
Tetapi ia juga harus puasa dari hal-hal haram ketika berbuka, ia karenanya tidak makan riba, karena dengan memakan riba ia telah membuat Allah marah.
Allah berfirman, "Wahai orang-orang yang beriman, janganlah makan riba dengan berlipat ganda." (QS Ali Imran: 130). "Dan, Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba." (QS Al-Baqarah: 275)
Pemakan riba sungguh telah menertawakan dirinya sendiri, mengisi perutnya dengan haram, ia berdoa kepada Tuhannya padahal pintu ijabah telah digembok.
Dalam sebuah hadis dijelaskan bahwa Rasulullah menyebut seorang laki-laki yang rambutnya acak-acakan karena menempuh perjalanan panjang, tangannya menadah ke langit, tetapi makanannya haram, bagaimana mungkin doanya dikabulkan.
Lelaki ini ialah seorang hamba yang banyak beribadah kepada Allah, tetapi ia bermaksiat dalam makanan. Ia, tidak bertakwa kepada Allah dalam hal makanan dan minuman.
Bagaimana mungkin bisa dikatakan perut berpuasa padahal ia berbuka dengan yang haram. Makanan yang dimakan diperoleh dari jalan riba, usaha haram, menipu, makan harta anak yatim, dan marah.
Sungguh, telah rusak manakala makanan dan minuman telah rusak. Hati mengeras bagai batu manakala makanan dan minuman busuk. Cahaya meredup manakala makanan telah kehilangan sifat halalnya.
Para salaf saleh tahu benar dari mana mereka makan. Rasa mereka menjadi bersih, badan menjadi sehat, hati bersinar. Ketika makanan dan minuman orang-orang terkemudian rusak, cahaya petunjuk dalam hati mereka menjadi redup.
Islam menyeru kepada usaha dan mencari rizki, tetapi dari pintu-pintu yang halal. Allah berfirman, "Dan janganlah kamu mendekati harta anak yatim kecuali dengan cara yang lebih baik (bermanfaat)." (QS Al-Isra: 34) "Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka)." (QS An-Nisa: 10).
Sebagian mereka minum minuman keras dan yang memabukkan dengan segala macam dan jenis. Itu akan menghalangi lezatnya ibadah dan manisnya ketaatan kepada Allah. Mereka akan hidup dalam keadaan gundah, cemas, tak dapat merasakan kebahagiaan, dan tidak mempunyai waktu saat doanya dikabulkan Allah.
Oleh karena itu, wahai orang-orang yang berpuasa, sesungguhnya perut itu  ada puasanya. Orang yang tidak membuat perutnya berpuasa, maka ia seakan-akan tidak berpuasa. Orang yang berpuasa dari yang haram, berhati-hati dalam makanan dan minuman, ia akan masuk surga.
Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang menghalalkan apa yang dihalalkan syariah, dan mengharamkan apa yang diharamkan syariah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: