Hati Juga Berpuasa

Bagaimana Hati Berpuasa

 

SEGALA puji bagi Allah, salawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Rasulullah, keluarga dan sahabatnya.
Allah SWT berfirman: "Barangsiapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya." (QS At-Taghabun: 11)
Petunjuk hati adalah asas semua petunjuk, dasar semua taufik, landasan, dan pangkal semua perbuatan.
Rasulullah SAW bersabda: "Ingatlah bahwa dalam tubuh terdapat segumpal darah, apabila ia baik maka baiklah seluruh tubuhnya dan apabila ia rusak maka rusak pula seluruh tubuh. Ingatlah, segumpal darah itu ialah hati."
Baiknya hati Anda adalah kebahagiaan Anda di dunia dan akhirat, rusaknya hati adalah kehancurannya dalam jangka waktu yang tidak diketahui kecuali Allah.
Setiap makhluk mempunyai hati. Tapi hati ada dua, ada hati yang hidup disinari cahaya, dicerahkan iman, sarat dengan keyakinan dan diramaikan takwa. Namun, ada juga hati yang mati, sengsara dan menderita di dalamnya terdapat kehancuran dan kerusakan.
Musuh-musuh Allah tetap mempunyai hati dalam dada, tetapi mereka tidak gunakan untuk memahami ayat-ayat Allah.
Oleh kerena itu, Rasulullah bersabda: "Wahai yang membolak-balikkan hati. Teguhkan hati kami pada agamaMu."
Hati orang yang yang beriman dengan baik, selalu berpuasa. Berpuasa pada bulan Ramadhan atau bulan lainnya. Puasa hati adalah dengan mengosongkannya dari materi; bentuk-bentuk syirik yang merusak, keyakinan yang batil, bisikan-bisikan jahat, niat-niat busuk dan pikiran-pikiran keji.
Hati seorang mukmin ramai dengan cinta kepada Allah. Ia mengenal Tuhannya dengan segala nama dan sifat-Nya seperti yang dijelaskan sendiri tentang-Nya.
Dalam hati seorang mukmin terdapat cahaya bersinar yang menyirnakan kegelapan, cahaya risalah yang abadi, di ajaran-ajaran samawi, perundang-undangan robbani. Di samping itu ada pula cahaya fitrah, yang Allah ciptakan untuk hamba-Nya. Maka, dalam hati bertemu dua cahaya nan agung.
"Cahaya di atas cahaya, Allah membimbing kepada caha-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." (QS An-Nur: 35)
Hati seorang mukmin berpijar laksana pelita, bersinar laksana matahari, berkilau laksana fajar. Ketika mendengar ayat-ayat Allah, keimanannya bertambah. Ketika tafakkur keyakinannya bertambah, dan ketika mengambil pelajaran-pelajaran, maka hidayahnya pun bertambah.
Hati seorang mukmin selalu berpuasa dari rasa sombong. Sebab, sombong itu menghancurkan hati. Kesombongan tak akan mendapat tempat dalam hati seorang mukmin, sebab ia haram. Kemah, rumah dan tempat berteduh kesombongan adalah hati, bila kesombongan telah menempati hati, maka si empunya hati akan menjadi sakit dan dungu, akalnya tidak sempurna dan gemar bermain.
Hati seorang mukmin selalu berpuasa dari dengki. Sebab, perasaan dengki menghancurkan semua perbuatan amal saleh, memadamkan cahaya kalbu, memberhentikan jalannya menuju Allah SWT.
Allah berfirman: "Apakah mereka dengki kepada manusia lantaran karunia yang telah Allah berikan kepada manusia itu?" (QS An-Nisa:54)
Rasulullah pernah memberi tahu sampai tiga kali tentang seseorang dari sahabatnya yang termasuk penghuni surga. Ketika orang itu ditanya tentang mengapa ia masuk surga, ia menjawab: "Saya tidak akan tidur, sementara dalam hati saya ada dengki, iri, atau khianat terhadap seorang Muslim."
Ya Allah, berilah petunjuk kepada hati kami agar berjalan pada jalan-Mu yang lurus.
Kokohkan ia di atas agama-Mu, wahai Tuhan semesta alam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: