KEMULIAAN IBADAH PUASA

Puasa memiliki  keistimewaan diantara rukun-rukun islam lainnya, disebabkan kekhususan penisbatannya kepada Zat Allah SWT. Sebagaimana tersebut dalam sebuah hadits qudsi :
Setiap perbuatan kebaikan memperoleh pahala sepuluh kali lipat sampai tujuh ratus kali, kecuali puasa : ia adalah milik-Ku, dan Aku-lah yang menentukan besar pahalanya. (H.R. Bukhari dan Muslim dari Abi Hurairah)
Juga Allah SWT telah berfirman :
Sungguh pahala yang diberikan kepada orang-orang yang sabar, sedemikian banyaknya sehingga tak tercakup dalam bilangan. (QS 39:10)

Karena puasa adalah separuh dari sabar, maka pahalanya pun melampaui peraturan batas dan hitungan. Cukup kiranya, untuk mengetahui tentang keutamaannya, Nabi Saw bersabda :
Demi Allah yang diriku berada ditangan-Nya, bau mulut seorang yang sedang berpuasa lebih harum disisi Allah daripada harumnya misik. Allah telah berfirman mengenai orang yang berpuasa : “Ia meninggalkan syahwatnya, makanannya dan minumnya demi Aku. Maka puasa adalah  milik-Ku, dan Aku sendiri yang akan memberinya pahala.” (H.R. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)  
Nabi Saw juga pernah bersabda :
Surga mempunyai pintu yang dinamakan  Rayyan, tidak akan memasukinya kecuali orang-orang yang berpuasa (H.R. Bukhari dan Muslim dari Sahl bin Sa’ad)
Selain itu, bagi seorang yang berpuasa dijanjikan kepadanya kegembiraan perjumpaan dengan Allah SWT sebagai pahala puasanya, sebagaimana dalam sabda Nabi Saw:
Seorang yang berpuasa akan merasakan dua kegembiraan : sekali pada saat berbuka, dan sekali lagi pada saat berjumpa dengan Tuhannya, kelak. (H.R. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah )
Sabda Beliau pula :
Segala sesuatu mempunyai pintu, dan pintu ibadah ialah puasa. (H.R. Ibn Al-Mubarak dalam Az-zuhud )
Dan sabdanya pula :
Tidurnya seorang yang berpuasa adalah ibadah. (H.R. Ibnu Mandah dalam Al-Amaliy, dengan sanad lemah )
Abu Hurairah merawikan bahwa Nabi Saw pernah bersabda :
Apabila bulan Ramadhan tiba, pintu-pintu surga dibuka dan pntu-pintu neraka ditutup. Syaithan-syaithan dibelenggu. Maka berserulah seorang penyeru : “Hai siapa yang menginginkan kebaikan datanglah! Dan siapa ingin (melakukan) kejahatan, cegalah dirimu! (H.R. Turmidzi, Ibnu Majah dan Al-Hakim yang mensahkannya sesuai dengan persyaratan Bukhari dan Muslim )
Demikian pula Rasulullah Saw pernah menyamakan antara derajat puasa dan zuhud. Yaitu ketika melukiskan betapa Allah membanggakan kedua pelakunya dihadapan malaikat. Adapun tentang orang-orang yang berzuhud terhadap kesenangan duniawi beliau bersabda :  
Sungguh, Allah SWT membanggakan si pemuda yang senantiasa beribadah, dihadapan para malaikat, seraya berfirman : “Wahai anak muda yang meninggalkan syahwatnya demi keridhaan-Ku, engkau disisi-Ku seperti bagian malaikat-Ku.”
Sedangkan tentang orang yang berpuasa, Rasulullah Saw pernah bersabda dalam sebuah hadits qudsi :
Allah SWT berkata (kepada para malaikat) : “Lihatlah wahai malaikat-Ku kepada hamba-Ku: ia meninggalkan syahwatnya, kesenangannya, makanannya dan minumnya semata-mata karena Aku!” (H.R.Ibnu ‘Adiy dari Ibnu  Mas’ud dengan sanad lemah )
Sebagian orang berkata bahwa firman Allah :
“…Tiada seorang pun mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka dari berbagai macam kenikmatan yang memuaskan mata, sebagai balasan terhadap apa yang mereka kerjakan …” (QS 32:17)
Yang dimaksud dengan “telah mereka kerjakan “ ialah puasa. Hal ini mengingat firman Allah lainnya :
“…Sungguh tiada lain bagi orang-orang yang bersabar kecuali akan dicukupkan bagi mereka pahala tanpa batas …” (QS 39:10)
Maka pahala bagi orang yang berpuasa akan dilimpahkan sebanyak-banyaknya dan tanpa batas sehinga tak mungkin tercakup dalam hitungan. Dan memang yang demikian itu cukup pantas bagi orang yang berpuasa, mengingat bahwa ibadah puasa telah memperoleh pahala tak terhingga dengan dinisbatkannya kepada Zat Allah SWT (seperti tersebut dalam hadits qudsi sebelum ini). Meskipun dapat dikatakan pula bahwa hakikatnya semua ibadah lainnya adalah milik Allah juga, namun hal ini  sama seperti Allah SWT telah memuliakan Ka’bah dengan menyebutnya sebagai “rumah-Nya”, walau bumi  seluruhnya, pada hakikatnya, adalah milik-Nya juga.
Demikianlah, mengingat puasa adalah perbuatan yang -secara khusus- mengandung penghinan dengan paksa terhadap syaithan, dan juga sebagai upaya penyumbat terhadap salurannya atau mempersempit tempat mengalirnya, maka puasa adalah sepatutnya memperoleh kemuliaan penisbatan kepada Zat Allah SWT. Dalam upaya menghinakan musuh Allah itu terdapat pula pembelaan untuk Allah SWT. Sedangkan siapa yang membela-Nya pasti akan memperoleh pembelaan dari-Nya sebagai balasan. Firman-Nya tentang hal ini :
Hai orang-orang yang beriman, jika kamu membela (agama) Allah, niscaya Dia akan membelamu (memberikan kemenangan untukmu)dan meneguhkan kedudukanmu. (QS 47:7)
Memang pada mulanya adalah usaha sungguh-sungguh dari si hamba, kemudian akan datang kepadanya  hidayah dari Allah sebagai balasannya. Itulah sebabnya Allah SWT berfirman:
… Dan orang-orang yang berusaha sungguh-sungguh (berjihad) dalam Kami, akan Kami tunjukan kepada mereka jalan-jalan Kami (QS 29: 69)

 

 

Demikian pula firman-Nya  :
Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah apa yang ada pada suatu kaum sampai mereka mengubah apa-apa pada nafs-nafs mereka. (QS 13:11)
Yang dimaksud dengan “mengubah” ialah mengubah kecenderungan syahwat dan   hawa nafsu yang tempat bermain syaithan-syaithan. Selama tempat-tempat itu subur, mereka akan selalu mengunjunginya. Dan selama syaithan-syaithan masih selalu berkunjung, tak akan mungkin tersingkap keagungan Allah bagi seorang manusia. Dengan kata lain, ia akan terhijab dari perjumpaan dengan Allah SWT. Sabda Rasulullah Saw :
Sekiranya bukan karena syaithan-syaithan yang selalu mengitari hati manusia niscaya manusia akan mampu memandangi kerajaan langit (H.R. Ahmad dari Abu Hurairah )
Dari segi inilah, puasa dimisalkan sebagai pintu  ibadah dan juga sebagai pagar penjaga keamanan hati manusia.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s