Mati Sebelum Mati = Jalan Sang Sufi

*Seruan Terakhir*

( Buku "Mati sebelum Mati, Jalan Hidup sang Sufi")

bawa muhayaddien

*Sebelum mata terpejam dan sebelum ia dirapatkan dalam satu kedipan,*

*dalam sekedipan, *

*kita akan dipanggil pulang ke haribaan kaki kasih Tuhan *

*sebagai atom di dalam atom di dalam atom.*

*Dia akan memanggil kita dengan kelembutan yang tak terlukiskan.*

*Bagaimana mungkin kita bisa *

*melukiskan kelembutan panggilan paripurnaNya!*

*Bagaimana mungkin kita bisa melukiskan *

*keajaiban cara Ia mengirimkan seruan seruan penghabisan!*

* *

*Dia jadikan hidup kita tumbuh dan tumbuh dan tumbuh *

*ketika hari hari berlalu dan ketika hari hari melaju.*

*Hidup kita ini tiada memiliki kebaikan sama sekali *

*hingga akhirnya menyebabkan kesusahan dan siksaan.*

*Tawa dan bahagia, nestapa dan derita dalam hidup kita, *

*kebaikan dan keburukan memutus ikatan ikatan darah.*

*Seluruh kesusahan datang menautkan diri dengan kelahiran kita ini.*

*Seluruh kesusahan dan derita kita terkumpul di dalam diri, *

*menjadikan hidup kita siksaan dan rintihan *

*dengan air mata, ratapan dan tawa.*

*Namun setelah tumbuh melalui cara ini, *

*bahkan hingga akhirnya kita tak dapat lagi melakukan apa apa. *

*Di kala kematian datang memanggil kita, *

*ketika ia mengatakan "Datanglah" *

*dan merenggut kita dalam sedetik, *

*ketika ia memberikan seruan itu *

*begitu lembut, menusuk sangat cepat, *

*kita tetap tak menyadari hal ini!*

*Kita percaya bahwa dunia ini sangat luas, *

*memikirkan segala pemikiran yang tak terpikirkan
*

*bahwa dunia ini milik kita, *

*bahwa ia adalah sebuah perbendaharaan.*

* *

*Menyerah pada semua yang kita kumpulkan *

*melemparnya ke jalan, *

*menangis dan berada dalam kesusahan yang memilukan.*

*Kita harus membuka mulut dan menyeru Bapak kita, *

*bersujud di bawah kakiNya *

*dan menuju ke arahNya. *

*kemudian Dia akan menyeru kita.*

* *

*Melupakan segala dan hanya mengingatNya *

*kita harus menuju ke arahNya.*

*Pada hari itu segala kesusahan kita akan sirna.*

*Kemudian kebahagiaan dan keagungan Tuhan*

*dan cintaNya akan datang memeluk kita.*

* *

*Mengantarkan kepada kita kedamaian dan ketenangan.*

*Pada hari itu Ia akan datang dan memeluk kita*

*dan itulah kedamaian senyatanya.*

* *

*Seluruh keadaan yang ada selanjutnya*

*semua yang kita kumpulkan,*

*segala yang kita simpan, kita gunakan*

*hanyalah bungkusan dosa semata.*

*Kejahatan dan dosa yang telah kita kumpulkan,*

*segala yang kita kumpulkan dengan kebodohan *

*semata kantong kantong dan bungkusan bungkusan kejahatan.*

* *

*Jika kita mampu membuang seluruh bungkusan  *

*kebodohan yang kita kumpulkan, *

*jika kita mampu mengenyahkan semua kejahatan, *

*jika kita mampu mencari kaki Tuhan, *

*Tuhan Yang Esa, Yang Esa dengan Cinta, *

*padaNya kita harus menambatkan keyakinan dan kepercayaan.*

*Jika kita mampu bersujud di bawah kakiNya, *

*berserah diri dan tunduk, *

*maka kita akan memiliki kedamaian dan ketenangan.*

*Itulah keadilan dan kebenaran *

*ketika keyakinan dan penghambaan bersemayam *

*di dalam diri kita dan percaya pada Tuhan*

*Yang Maha Kuasa, Yang Maha Melingkupi.*

*Maka kita akan berada dalam kedamaian *

*dan ketenangan bagi seluruh kehidupan.*

* *

*Kita harus senantiasa hidup dengan keimanan *

*pada Tuhan Yang Maha Esa .*

*Wahai anakku, kita harus hidup *

*dalam keyakinan itu selamanya.*

*Bagai pohon yang menghasilkan buah yang matang, *

*berbagi buahnya kepada setiap orang.*

*Segala yang kita kumpulkan dalam kehidupan *

*harus kita bagi.*

*Segala yang kita kumpulkan, *

*semua keuntungan yang kita dapatkan dalam kehidupan, *

*hati ini harus berbagi dengan setiap orang.*

*Seperti pohon berbagi buahnya yang matang.*

*Maka kita akan memiliki kedamaian dan ketenangan.*

*Ketika pohon memberikan buahnya, *

*ia tahu apa itu kedamaian.*

*Dan jika pikiran kita memberikan segala yang dimilikinya *

*maka ia pun akan mengetahui kedamaian *

*marilah kita temukan keseimbangan *

*yang akan menjadi jalan terbaik bagi kehidupan, *

*akan menjadi yang terbaik bagi kita *

*Amin. Amin.*

* *

Aku berikan cintaku kepadamu

24 September 1985 * *

M. R. Bawa Muhaiyadden

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: