Memupus Dendam

Dua Cara Memupus Dendam
dendam 
Saudaraku, Dendam adalah buah dari hati! yang tersakiti, teraniaya, atau karena terambil haknya. Wujud dendam adalah kernarahan dan kebencian yang membludak. Saat dendarn seseorang membara, maka dia akan mencari jalan untuk membalas atau mencelakakan orang yang didendamnya.

Sudah menjadi tabiat manusia, tatkala hatinya disakiti, dia akan merasa sakit hati dan boleh jadi berujung dengan kedendaman.
Walaupun demikian, bukan berarti kita. harus dendam setiap kall ada yang menyakiti. Malah sebaliknya, jika kita, dizhalimi, maka doakanlah orang-orang yang menzhalimi itu agar bertobat dan menjadi orang shalih. Mampukah kita. melakukannya?

Doa orang yang dizhalimi itu sangat mustajab. Ketika dizhalimi, maka peluang diijabahnya doa kita, menjadi lebih besar. Sulit memang, tapi itulah penentu kemuliaan diri. Rasulullah Saw. bersabda, "Seutama-utamanyo akhlak dunia dan akhirat adalah engkau menghubungkan tali silaturahmi dengan orang yang mernutuskan silaturahmi denganmu, memberi sesuatu kepada orang yang menghalang-halangi pernberian padamu, serta memberi maaf kepada orang yang menganiaya dirimu".

Karena itu, siapa saja di antara, kita yang hatinya terbelit kedendaman, ingatlah! Dendam hanya akan membawa kesengsaraan, menghancurkan kebahagiaan, merusak pikiran, dan harga diri kita. Yang paling mengerikan, dendarn bisa menyeret kita pada panasnya api neraka. Na’udzubillah.

Bagaimana caranya agar kita tidak menjadi pendendam?

Pertama, sadari bahwa orang beriman itu bersaudara. Allah Swt. berfirman, Sesungguhnya orang-orang Mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu itu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat (Allah)… (QS. Al-Hujurat, 49: 10).

Pemahaman bahwa setiap orang bersaudara, sedikit banyak akan membawa. tambahan energi bagi kita untuk mengendalikan amarah.

Kedua, berlatih untuk mengikis dendam. Kita bisa belajar dari para karateka yang berhasil menghancurkan batu-bata dengan tangannya. Pertama kali memukulnya, bata tersebut tidak langsung hancur. Tapi dia tidak patah semangat. Diulanginya terus. Akhirnya, pada pukulan yang kesekian batu itu berhasil dihancurkan. Begitu pula dengan hati. Kalau hati dibiarkan sensitif, maka ia akan mudah terluka. Akan tetapi, kalau sering dilatih, maka hati akan semakin siap hadapi pukulan dari berbagai arah

Kalau kita telah disakiti seseorang, kita jangan melihat orang tersebut, tetapi lihatiah dia sebagai sarana ujian dan ladang amal. Kita akan semakin sakit, tatkala melihat dan mengingat orangnya. Wallahu ‘alam Bish-shawab.

 

 

4 Comments (+add yours?)

  1. ratna
    Aug 28, 2008 @ 05:46:06

    Ass wbrkt,
    Salam Kenal ya……
    memang tidak mudah untuk bisa memaafkan sungguh semua itu rahmat dan pertolongan dari Allah swt. kebetulan sejak kecil saya tidak pernah merasakan kasih sayang dari kedua org tua saya dibesarkan oleh Bude, sehingga sejak kecil saya menyimpan dendam terhadap kedua orang tua saya karna saya merasa tidak diperlakukan adil, dendam itu saya simpan hingga dewasa kira2 usia 24thn. Alhamdulillah Allah mempertemukan saya dengan Paramartha perlahan2 entah kenapa Allah mengubah hati saya dari rasa benci, dendam menjadi rasa kasihan terhadap kedua orang tua karna alangakah beratnya nanti pertanggung jawaban yg harus mereka berikan dihadapan Allah hingga membuat semua terbalik, saya menjadi sering menangis mendoakan kedua orang tua saya dsb.masih banyak lagi hikmah yang saya dapatkan, memaafkan memang tidak mudah tetapi jikalau kita berharap Allah memaafkan kita tentunya kita juga membuka pintu maaf yang selebar – lebarnya terhadap siapa saja yang berbuat salah terhadap kita….salam!!!!!

    Reply

  2. editor : yoedha pamungkas
    Dec 20, 2008 @ 13:26:05

    maaf mba coment postingnya baru terbaca akibat kesalahan teknis mohon maaf …
    sesungguhnya Allah maha luas ampunannya …semoga Allah menolong mba Ratna dengan terus melapangkan dada mba, trims atas komentarnya di blog saya.
    yoedha

    Reply

  3. Widi
    Nov 24, 2010 @ 08:08:33

    Assalamualiakum. Saya widi. Salam kenal sebelumnya,,,saya mau bertanya bagaimana sikap kita apabila kita meminta maaf pada seseorang tapi dia tidak mau memberikan maaf padanya dan malah dia memetuskan talis silahturahmi dengan saya,,,saya sudah satu tahun tidak berkomunikasi dengan’a,,,mohon sarannya,,,

    Reply

  4. editor : yoedha pamungkas
    Nov 24, 2010 @ 13:04:16

    salam mas widi….hendaknya kita tak memutuskan silaturrahim..walau orang tsb telah memutuskan..mohon lah pertolongan dan ampunan Allah, sebab Ia Sang Pemilik Ampunan …walau tak mendapat maaf langsung ..maka mohon kepada Allah agar Ia mengampuni anda dan orang yang tidak memaafkan anda .
    trims telah berkomentar di blog saya
    semoga Allah menolong kita

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: