Mengenal Manusia (Insan)

Ma’rifatul Insan 1

apa siapa bagaimana mengapa manusia?

Sebagian besar orang sekarang ini berpersepsi bahwa manusia hanya terdiri dari ruh dan jasad. Padahal sesungguhnya manusia terbentuk dari tiga komponen, yaitu ruh, jiwa dan jasad. Al Qur’an sangat eksplisit membedakan hal ini dengan penggunaan kata-kata yang unik. Ruh dengan kata ar-Ruh, Jiwa dengan kata an-Nafs dan Jasad dengan kata aj-Jism. Namun kebanyakan orang menyamakan antara jiwa dan ruh. Dan sedikit sekali yang mengerti perbedaan antara keduanya.

Dalam pembahasan ini kita akan mencoba membahas tentang persoalan-persoalan di atas lebih jauh, dan utamanya permasalahan jiwa. Karena pemahaman serta pengenalan tentang hal ini akan mengantarkan kita kepada pengenalan kepada Allah Ta’ala. Dan mengenal diri merupakan anak kunci untuk mengenal Allah.

J a s a d

Jasad manusia, adalah unsur yang dibangun dari aspek kebumian (al-ardh). Unsur-unsur jasad manusia terdiri dari empat unsur utama alam semesta (makrokosmos), yaitu tanah, udara, air, dan api. Hal ini terlihat dari proses penciptaan Nabi Adam as yang dilukiskan diciptakan dari shalshal (tanah liat) dan hamain (lumpur hitam). Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari shalshal (tanah liat kering) dari hamaain (lumpur hitam) yang diberi bentuk. (QS. 15:26). Dan (ingatlah), ketika Rabbmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari shalshal (tanah liat kering) dari hamain (lumpur hitam) yang diberi bentuk”. (QS. 15:28) Bagi anak-cucu Nabi Adam as, proses tersebut tidak terlihat secara transparan lagi, karena jasmani bani Adam terbentuk dalam rahim ibu melalui fase-fase saripati tanah, nutfah, ‘alaqah dan mudghah, tulang belulang, tulang belulang dibungkus daging dan mahkluk yang berbentuk lain.

Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu nuthfah (air mani) (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian nuthfah (air mani) itu Kami jadikan ‘alaqah (segumpal darah), lalu ‘alaqah (segumpal darah) itu Kami jadikan mudghah (segumpal daging), dan mudghah (segumpal daging) itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik. (QS. 23:12-14) 

Jasad inilah bagian yang tampak dari manusia, namun bukan dialah hakikat kemanusiaan. Seluruh organ tubuh (jasad) ini sesungguhnya hanya merupakan alat dari apa yang ada di dalam diri manusia. Karena setelah ajal menjemput ia akan kembali ke bentuk asalnya, yaitu menjadi tanah. Dari bumi (tanah) itulah Kami menjadikan kamu dan kepadanya Kami akan mengembalikan kamu dan daripadanya Kami akan mengeluarkan kamu pada kali yang lain. (QS. 20:55)
bersambung…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s