Kematian

Mati Yang Menghidupkan Hati

nisan

Sahabat-sahabat….

Jika kita membaca QS 2:253, mungkin ada kalimat yang mengganjal. Yaitu dalam kalimat: "Seandainya Allah menghendaki, tidaklah mereka berbunuh-bunuhan. Akan tetapi Allah berbuat apa yang dikehendaki-Nya."

Kenapa Allah berkehendak manusia saling berbunuh-bunuhan? Kita dapat bayangkan bagaimana mencekamnya suasana peperangan SARA  beberapa waktu yang lalu di Ambon. Saya yang tidak berada di Ambon saja bergidik dan mencekam ketik  melihat  foto-foto di internet akibat peperangan SARA di Ambon.Belum lagi cerita teman-teman yang migrasi ke Makassar akibat  peperangan  tersebut.

Sahabat-sahabat…
Ketahuilah, bahwa berbunuh-bunuhan satu sama lain, satu orang dengan orang  lainnya, satu kelompok besar dan kelompok besar lainnya, yang dalam pandangan manusia menyakitkan, adalah merupakan cara Allah untuk  menghidupkan hati manusia. Dengan situasi dan kondisi yang mencekam akibat perang, saling bunuh-bunuhan antara satu sama lain, seharusnya mengingat manusia tentang "mati". Karena Nabi Saw bersabda : "hati akan menjadi hidup dengan mengingat mati".
Ada 2 (dua) hal, menurut Nabi Saw, yang akan menyebabkan hati manusia hidup, yaitu "membaca Al-Qur’an" dan "mengingat mati". Tentu membaca al-Qur’an bukan sekedar membaca huruf-hurufnya, tetapi memahami hikmah-hikmahnya. Jika ada seorang manusia ingin bertaubat, namun ia tidak pernah mencoba memahami hikmah al-Qur’an, pasti Allah akan menghadirkan suasana dalam kehidupannya yang memaksananya untuk ingat dengan mati. Ya, karena dengan inilah hati akan menjadi hidup.Suasana kematian akan hadir dalam kehidupannya, bisa dalam bentuk peperangan, saling berbunuh-bunuhan, kekurangan ini dan itu, sakit-sakit yang berat, masalah demi masalah, datangnya bencana mulai dari yang kecil sampai yang besar.

Marilah kita rajin mencoba memahami hikmah al-Qur’an.

Kalaulah sulit untuk membaca sendiri, mungkin dengan menghadiri pengajian-pengajian yang ada, akan memudahkan kita untuk lebih memahami al-Qur’an, sehingga proses penghidupan hati dapat berlangsung, -mungkin- tanpa perlu datang ‘cara paksa’ dari Allah Swt untuk mengingatkan kematian.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s