Ujian Allah

ujian jangan di tolak

Ujian Taubat

Seorang yang sungguh-sungguh ingin bertaubat dan memperbaiki  diri , pasti akan disambut oleh Allah Swt. Namun sedikit yang memahami bahwa sambutan Allah Swt itu berwujud permasalahan-permasalahan kehidupan. Orang yang tidak menyadari hal ini seringkali melihat masalah-masalah kehidupan sebagai azab, beban, bencana, dan musibah. Padahal sesungguhnya dengan masalah-masalah kehidupan ini kita dibersihkan dan dididik oleh Allah, untuk semakin memahami karsa-Nya dan ditutun kepada Shiraath al Mustaqiim.

Seorang yang sungguh-sungguh ingin bertaubat dan memperbaiki  diri (bertaubat), pasti akan disambut oleh Allah Swt. Namun sedikit yang memahami bahwa sambutan Allah Swt itu berwujud permasalahan-permasalahan kehidupan. Orang yang tidak menyadari hal ini seringkali melihat masalah-masalah kehidupan sebagai azab, beban, bencana, dan musibah. Padahal sesungguhnya dengan masalah-masalah kehidupan ini kita dibersihkan dan dididik oleh Allah, untuk semakin memahami karsa-Nya dan ditutun kepada m.

Seorang yang bertaubat menyadari hal ini akan melihat masalah-masalah kehidupan sebagai ujian, ayat-ayat dan bahkan merupakan anugerah dari Allah.

Dan Kami telah mendatangkan ayat-ayat Kami berulang-ulang supaya mereka kembali. (QS. 46:27)

Kami akan memperlihatkan kepada mereka ayat-ayat Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka kebenaran sejati (al-Haqq). Dan apakah Rabbmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu (QS. 41:53)

Sebagaimana sebuah botol yang di dalamnya terdapat kotoran yang menempel kuat, maka untuk membersihkan botol tersebut, dimasukkanlah air, kerikil-kerikil ke dalam botol itu lalu dikocok-kocok dengan keras. Berulang-ulang hal ini dilakukan agar kotoran tersebut lepas. Demikianlah perumpamaan dibersihkannya hati yang kotor oleh Allah Swt dengan masalah-masalah kehidupan. Karenanya Rasulullah Saw bersabda:

"Artinya : Dari Ummu Al-Ala’, dia berkata :"Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjenguk-ku tatkala aku sedang sakit, lalu beliau berkata. ‘Gembirakanlah wahai Ummu Al-Ala’. Sesungguhnya sakitnya orang Muslim itu membuat Allah menghilangkan kesalahan-kesalahan, sebagaimana api yang menghilangkan kotoran emas dan perak".( Isnadnya Shahih, ditakhrij Abu Daud, hadits nomor 3092

Beliau menjawab. "Benar". Kemudian beliau berkata."Tidaklah seorang muslim menderita sakit karena suatu penyakit dan juga lainnya, melainkan Allah menggugurkan kesalahan-kesalahannya dengan penyakit itu, sebagaimana pohon yang menggugurkan daun-daunnya". (Ditakhrij Al-Bukhari, 7/149. Muslim 16/127)

Dari Abi Sa’id Al-Khudry dan Abu Hurairah Radhiyallahu anhuma, keduanya pernah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata. "Artinya : Tidaklah seorang Mukmin ditimpa sakit, letih, demam, sedih hingga kekhawatiran yang mengusiknya, melainkan Allah mengampuni kesalahan-kesalahannya". (Ditakhrij Al-Bukhari 7/148-149, Muslim 16/130)

Masalah-masalah kehidupan ini terus terjadi dan berlangsung sebagai media pendidikan Allah Swt untuk menjadikan seorang hamba menjadi hamba yang beriman dengan hakiki, tidak ada kesalahan lagi dalam pandangan Allah Swt dan bersua dengan-Nya.

Masalah-masalah kehidupan ini terus terjadi dan berlangsung sebagai media pendidikan Allah Swt untuk menjadikan seorang hamba menjadi hamba yang beriman dengan hakiki, tidak ada kesalahan lagi dalam pandangan Allah Swt dan bersua dengan-Nya.

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan:"Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? (QS. 29:2)

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antaramu, dan belum nyata orang-orang yang sabar. (QS. 3:142)

Dari Abu Hurairah Radhiyallahuanhu, ia berkata. "Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata : "Artinya : Cobaan tetap akan menimpa atas diri orang mukmin dan mukminah, anak dan juga hartanya, sehingga dia bersua Allah dan pada dirinya tidak ada lagi satu kesalahanpun". [Isnadnya Hasan, ditakhrij At-Tirmidzy, hadits nomor 2510. Dia menyatakan, ini hadits hasan shahih, Ahmad 2/287, Al-Hakim 1/346, dishahihkan Adz-Dzahaby]

Banyak orang yang menyangka ketika ia bertaubat maka ia akan mendapatkan ketenangan dan kedamaian hati. Ketahuilah bahwa sangkaan ini keliru. Seorang yang sungguh-sungguh ingin  berjalan kembali kepada-Nya(bertaubat), pasti akan menghadapi bertubi-tubi masalah kehidupan, yang merupakan ujian dari Allah Swt.

Pada masa-masa awal bertaubat, kita malah akan menghadapi demikian banyak persoalan kehidupan yang panas membakar. Apabila kita mensikapinya dengan benar, maka sedikit demi sedikit jiwa kita belajar dan semakin kuat menghadapi ujian-ujian kehidupan tersebut. Ketika sang jiwa semakin kuat, maka barulah Allah Swt akan menganugerahkan kepada hati seorang hamba ketenangan dan kedamaian yang abadi.

Apabila seseorang menyadari hal-hal ini, maka mereka akan berusaha untuk selalu siaga dan berhati-hati dalam mensikapi permasalahan-permasalahan kehidupannya, menjaga dengan sungguh-sungguh agar amal-amalnya tetap shalih.

 

Banyak orang yang menyangka ketika ia bertaubat maka ia akan mendapatkan ketenangan dan kedamaian hati. Ketahuilah bahwa sangkaan ini keliru. Seorang yang sungguh-sungguh ingin  berjalan kembali kepada-Nya(bertaubat), pasti akan menghadapi bertubi-tubi masalah kehidupan, yang merupakan ujian dari Allah Swt.

Banyak orang yang menyangka ketika ia bertaubat maka ia akan mendapatkan ketenangan dan kedamaian hati. Ketahuilah bahwa sangkaan ini keliru. Seorang yang sungguh-sungguh ingin  berjalan kembali kepada-Nya(bertaubat), pasti akan menghadapi bertubi-tubi masalah kehidupan, yang merupakan ujian dari Allah Swt.

Apabila kita mensikapinya dengan benar, maka sedikit demi sedikit jiwa kita belajar dan semakin kuat menghadapi ujian-ujian kehidupan tersebut. Ketika sang jiwa semakin kuat, maka barulah Allah Swt akan menganugerahkan kepada hati seorang hamba ketenangan dan kedamaian yang abadi.

Apabila seseorang menyadari hal-hal ini, maka mereka akan berusaha untuk selalu siaga dan berhati-hati dalam mensikapi permasalahan-permasalahan kehidupannya, menjaga dengan sungguh-sungguh agar amal-amalnya tetap shalih.

Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa diantara kamu yang ihsan amalnya. (QS. 67:2)

 

Ujian dan cobaan yang Allah hadirkan kepada orang-orang yang bertaubat berbagai macam wujudnya. Allah menjelaskan dalam al Qur’an tentang wujud-wujud ujian dari-Nya sebagai berikut:

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (QS. 2:155)

Dan Kami bagi-bagi mereka di dunia ini menjadi beberapa golongan; di antaranya ada orang-orang yang saleh dan di antaranya ada yang tidak demikian. Dan Kami coba mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran). (QS. 7:168)

Dan Kami jadikan sebahagian kamu cobaan bagi yang lain.Sanggupkah kamu bersabar Dan Rabbmu Maha Melihat. (QS. 25:20)

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang ssebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan. (QS. 21:35)

Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan di dunia untuk Kami cobai mereka dengannya. Dan karunia Rabbmu adalah lebih baik dan Lebih kekal. (QS. 20:131)

Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanya sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar. (QS. 8:28)

Masalah-masalah kehidupan ini terus terjadi dan berlangsung sebagai media pendidikan Allah Swt untuk menjadikan seorang hamba menjadi hamba yang beriman dengan hakiki, tidak ada kesalahan lagi dalam pandangan Allah Swt dan bersua dengan-Nya.

1 Comment (+add yours?)

  1. dias
    Jun 29, 2009 @ 03:09:14

    terima kasih atas penulisan artikel anda. Dengan membacanya,alhandulillah saya mulai sadar kalo sebenarnya Allah itu sebenarnya cinta kepada hambanya melalui berbagau ujian. Doakan saya mampu menghadapi ujianku yaaaaa…!!! Amien..!!

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: