Ada Apa Dengan Tahayyul

Dalam agama Islam, mempercayai segala sesuatu yang dapat membawa kemudharatan dan kesialan bagi manusia dengan menampik ketentuan dari Allah SWT , disebut dengan Tahayyul atau Tathayyur.
Apa sebenarnya yang disebut Tahayyul…?

Mudahnya,sebagian orang mempercayai angka tiga belas itu bisa membawa sial, (saya lahir di tanggal itu n gak sial2 amat tuh) percaya bahwa suara burung sebagai pertanda akan datangnya nasib baik ataupun buruk ataupun juga menyandarkan segala sesuatu yang terjadi di alam ini karena peredaran bintang merupakan beberapa contoh dari sekian banyak contoh dari sikap Tahayyul yang dapat kita temui dalam masyarakat kita.

Islam sebagai agama yang luhur melalui lisan Rasulullah SAW yang mulia tidak mengajarkan kepercayaan akan Tahayyul ini, bahkan Islam berupaya mengikis habis kepercayaan Tahayyul untuk digantikan dengan ketauhidan yang benar kepada Allah SWT. penegasan hal ini melalui firman-Nya :

“Ketahuilah, sesungguhnya kesialan mereka itu adalah ketetapan dari Allah, akan tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui” (QS: Al A’raaf: 13)

ataupun di Surat yang lain Allah SWT bertanya kepada manusia akan perbuatan Tahayyul, dengan firman-Nya:

“Kemalangan kamu itu adalah karena kamu sendiri. Apakah jika kamu diberi peringatan ( kamu mengancam Kami..?). Sebenarnya kamu adalah kaum yang melampaui batas” (QS: Yasin: 19).

Jelaslah sudah bahwa Tahayyul tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan ke-Esaan Allah SWT yang paling berhak menentukan kebaikan atau kemalangan bagi ummat manusia.

Jangan Takut Akan Kesialan
Hal pertama yang mesti disingkirkan dalam hati kita adalah rasa takut akan sial, biasanya kebanyakan dari kita-kita terjebak di dalam Tahayyul diawali dengan rasa takut akan nasib sial, akibat nya tentu bisa ditebak ? hal apa yang akan kita lakukan.
Anggapan bahwa “dari pada kau yang kena sial lebih baek dituruti saja (Tahayyulnya)!” akan segera muncul dibenak kita, terjadilah Tahayyul yang sesat dan menyesatkan itu. Nabi Muhammad SAW telah mengingatkan kita semua melalui lisannya yang mulia kalo yang namanya perbuatan Tahayyul itu dapat membawa orangnya ke pintu kemusyrikan, beliau bersabda:

” Barangsiapa yang menunaikan hajatnya dengan tathayyur (tahayyul), maka ia benar-benar telah berbuat kemusyrikan. Mereka (para shahabat) berkata, “lalu apa yang dapat menghapus itu ?” Ia (Nabi) berkata, ” hendaknya orang itu berkata: “Ya Alloh ya Tuhan kami, tidak ada kebaikan kecuali kebaikan-Mu dan tidak ada kesialan kecuali kesialan dari Engkau dan tidak ada tuhan selain Engkau “. (HR: Ahmad dari Hadist Ibnu Amr RA ).

Oleh sebab itulah hanya Allah SWT, Zat yang mampu mendatangkan kesialan dan kebaikan. Mengapa kita harus takut pada kesialan, kesialan tidak akan menghampiri kita kalau kita mau berusaha dan mengembalikan hasil dari usaha yang telah kita lakukan hanya kepada kekuasaan Allah SWT , dan lagi kesialan dalam melakukan sesuatu menurut kita itu, bisa jadi merupakan keberhasilan tertunda yang ditangguhkan oleh Allah SWT bagi hamba-Nya, karena Allah SWT menginginkan hamba-Nya berusaha dan berdo’a dengan sungguh-sungguh dan tidak mudah cepat putus asa serta sabar menanti rahmat dari Allah SWT, sebagaimana firman-Nya:

“Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.” (QS: Al Baqarah: 153)

bukankah kasih sayang dan janji Allah SWT itu adalah hal yang pasti?

Jalani Hidup Sesuai Tuntunan Rasulullah (Syariat)
Mari kita renungkan bersama…..! berapa banyak sikap Tahayyul itu menghiasi perbuatan kita sehari-hari? dan membawa kita secara perlahan-lahan menuju ke jurang kemusyrikan.
Jalani hidup sesuai syariat yang telah diturunkan Allah SWT melalui Rasulullah Muhammad SAW. Jadikan diri sebagai insan yang memiliki tauhid yang benar dan lurus, seperti tauhidnya para Nabi dan para salafush saleh (umat Islam terdahulu yang sholeh) yang mereka selalu menjaga diri mereka dari perbuatan menyekutukan Allah SWT dan istiqomah dalam mengabdikan diri hanya kepada Allah SWT . Dan percayalah akan ampunan Allah SWT kepada kita yang selalu istiqomah memegang teguh keimanan dan tauhid kita dengan benar walaupun kita telah banyak melakukan dosa.

Rasulullah SAW bersabda : “Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: ” Hai anak Adam, seandainya kamu datang kepada-Ku dengan dosa sepenuh jagad, sedangkan kamu ketika mati berada dalam keadaan tidak berbuat sirik sedikitpun kepada-Ku, niscaya akan Aku berikan kepadamu ampunan sepenuh jagad pula ” ( HR: At Tirmidzi ).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: