Mengertikah kita apa arti shaum….

Allah swt berfirman,…

“Wahai Ahmad!… mengertikah engkau hasil dari shaum?..”

“Tidak..” jawab Nabi Saw.

Allah Ta’ala menjawab,..

“Hasil dari shaum adalah sedikit berbicara dan sedikit makan,…

“Hasil dari diam adalah kebijaksanaan;

Hasil dari kebijaksanaan adalah pencerahan;

Hasil dari pencerahan adalah keyakinan;

Dan ketika seseorang mencapai kedudukan keyakinan yang mulia, ia senantiasa tidak menjadi cemas, bagaimana ia akan memulai hari-harinya,

Apakah dengan kemudahan, atau dengan kesulitan,… tragedi ataukah kesenangan.

Yang demikian itu adalah keadaan orang-orang yang telah mencapai maqam ridla.

Barangsiapa mencapai kedudukan ini, maka ia akan mendapatkan tiga ciri-ciri yang tak terpisahkan,…

Bersyukur yang tidak dikotori dengan kebodohan (jahil),

Zikir yang tidak bercampur dengan kelalaian,
Barangsiapa yang mencintai-Ku dengan cara yang demikian, tanpa mencampurkan cinta yang lain dengan persahabatan-Ku,..

Maka Aku pun mencintainya dan menjadikan yang lain mencintainya;…

Menjadikan mata hatinya terbuka,…

Sehingga ia dapat menyaksikan keindahan dan keagunganKu;…

Aku akan memberinya pengetahuan dan pencerahan,…

Yang tidak Kuberikan kepada selainnya;…

Baik ditengah-tengah kegelapan malam maupun cerahnya siang, akan senantiasa berbisik dan berbincang-bincang dengannya, sehingga ia menjadi tidak nyaman bersama orang lain;..

Namun akan membuatnya mendengarkan pembicaraanKu,…

dan pembicaraan para malaikatKu;…

rahasia-rahasia-Ku yang Aku terus sembunyikan dari orang lain akan dibukakan untuknya.

Aku akan memenuhi kebijaksanaanya dengan pencerahan ma’rifat-Ku,…

Dan akan mendudukan Diri-Ku di tempat kebijaksanaannya;…

Akan menjadikan sakitnya sakaratul maut dan kesulitannya menjadi mudah baginya agar ia dapat masuk ke dalam surga dengan keadaan yang mudah dan senang.

Ketika malaikat maut turun kepadanya,…

Ia akan berkata kepadanya,..

‘Selamat datang!… Selamat datang!…

Allah tengah menantimu….!’

Pada saat itulah Allah akan berbicara kepadanya,

‘Inilah surga-Ku…. anggaplah ini rumah sendiri,

Dan ini adalah lingkungan-Ku dimana engkau akan bertempat selamanya.’

Kemudian orang itu akan mengatakan,

‘Yaa Rabbku!… Engkau telah memperkenalkan diri-Mu kepadaku,…

dan setelah mengenal-Mu, aku pun terpisah dari semua makhluk-Mu.

Demi keindahan dan keagungan-Mu,..

Aku bersumpah bahwa bila untuk mencapai ridla-Mu aku mesti terpenggal tujuh puluh kali dengan penderitaan dan siksaan yang paling menyakitkan,

maka ridlaMu pun tetap merupakan hal yang paling berharga dan yang paling kuidamkan.’

Sampai di sini, Allah akan berkata kepadanya,…

‘Aku bersumpah dengan keindahan dan keagungan-Ku bahwa mulai sekarang,

tidak akan pernah ada lagi hijab di antara Aku dan engkau,

sehingga engkau dapat melihat-Ku kapan saja engkau mau;

demikianlah cara Aku memperlakukan para sahabat-Ku……”

(dikutip dari buku “Puasa Ramadhan” karya Mirza Javad Agha Maliki Tabriz. hlm. 29)
Dan cinta yang tidak bercampur dengan cinta yang lain.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: